JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Penyebab KUR BRI ditolak paling sering ada di hal-hal dasar: skor SLIK buruk, dokumen kurang, usaha belum cukup umur, sampai data yang tak cocok saat verifikasi. Kalau salah satu saja bermasalah, pengajuan kredit usaha rakyat bisa mental meski calon debitur merasa sudah memenuhi syarat.
Situasi ini penting buat pelaku UMKM karena penolakan bukan selalu berarti usaha tak layak dibiayai. Sering kali, bank justru menemukan masalah administratif atau jejak kredit yang belum dibenahi. Kabar baiknya, banyak penolakan bisa dihindari jika calon pemohon tahu titik rawannya sejak awal.
Penyebab KUR BRI Ditolak yang Paling Sering
BRI menilai kelayakan calon debitur dari usaha, kemampuan bayar, dan kecocokan data. Karena itu, satu kekeliruan kecil bisa langsung memengaruhi hasil survei dan keputusan akhir.
Berikut 10 penyebab KUR BRI ditolak yang paling sering muncul dalam proses pengajuan:
1. SLIK atau BI Checking bermasalah. Tunggakan di KTA, kartu kredit, atau pinjaman online bisa membuat riwayat kredit terlihat buruk. Solusinya, lunasi tunggakan lebih dulu dan benahi catatan pembayaran.
2. Usaha belum berjalan 6 bulan. Banyak pengajuan gagal karena usaha dinilai belum cukup lama beroperasi. Jalan keluarnya sederhana: tunggu sampai usaha benar-benar memenuhi syarat waktu, lalu siapkan bukti aktivitas usaha.
3. Dokumen tidak lengkap. KTP, KK, surat keterangan usaha, dan foto tempat usaha kerap jadi barang yang terlupa dibawa. Sebelum datang ke bank, cek ulang semua berkas.
4. Masih punya kredit di bank lain. Aturan KUR membatasi kepemilikan fasilitas pembiayaan. Jika masih ada kredit aktif, ajukan setelah kewajiban lama selesai, kecuali jenis kredit yang memang dikecualikan oleh bank.
5. Usaha tidak jelas atau tidak ditemukan. Petugas survei biasanya ingin melihat lokasi usaha yang nyata. Warung, kios, lapak, atau usaha rumahan harus bisa dibuktikan dengan aktivitas yang benar-benar berjalan.
6. Usia tidak sesuai. Pemohon yang terlalu muda atau sudah melewati batas usia yang dipersyaratkan bisa gagal di tahap awal. Dalam kondisi tertentu, pengajuan bisa memakai nama anggota keluarga yang memenuhi syarat, selama sesuai aturan bank.
7. Bukan pelaku usaha produktif. KUR memang ditujukan untuk usaha, bukan kebutuhan konsumsi. ASN, karyawan, atau pekerja lain yang tak bisa menunjukkan aktivitas usaha biasanya sulit lolos.
8. Lokasi usaha di luar cakupan kantor BRI. Pengajuan umumnya mengikuti area layanan cabang. Jika alamat usaha dan wilayah layanan tak cocok, proses bisa tertahan atau dialihkan.
9. Data tidak sesuai atau terindikasi palsu. Alamat KTP, alamat usaha, sampai keterangan omzet harus konsisten. Ketidaksesuaian kecil saja bisa memicu penolakan karena bank akan memeriksa langsung ke lapangan.
10. Kuota KUR di cabang sudah habis. Ini sering dilupakan. Bukan cuma calon debitur yang harus siap, kuota pembiayaan di cabang juga bisa penuh. Karena itu, banyak orang memilih mengajukan lebih awal saat kuota masih longgar.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.