Senin, 13 Juli 2026 WIB
BREAKING
SEPAK BOLA

Alexis Mac Allister Bawa Argentina ke Semifinal, Sundulannya Runtuhkan Swiss 3-1

Alexis Mac Allister berseragam Argentina di Piala Dunia 2026
Foto: Bryan Berlin/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Menit kesepuluh di Kansas City. Lionel Messi berjalan pelan ke bendera sepak pojok, mengangkat kepala sebentar, lalu melepas umpan melengkung ke tiang jauh. Alexis Mac Allister datang dari arah yang tidak dijaga siapa pun. Satu tandukan keras, bola menghunjam ke sudut gawang Gregor Kobel. Argentina 1-0, dan stadion yang didominasi jersey biru-putih itu meledak.

Gol itu bukan cuma membuka skor perempat final Piala Dunia 2026. Sundulan tersebut jadi pembuka jalan bagi kemenangan 3-1 atas Swiss yang baru tuntas lewat babak tambahan, Minggu dini hari WIB. Nama Mac Allister pun ikut meledak di mesin pencari; kolom pencarian dipenuhi orang yang ingin tahu lebih tentang gelandang berambut pirang itu.

Swiss Tidak Datang untuk Menyerah

Keunggulan cepat itu tidak membuat malam berjalan mulus. Kobel berkali-kali menutup peluang Argentina, dan Swiss perlahan berani keluar dari sarangnya. Hukumannya datang pada menit ke-67: Dan Ndoye menuntaskan serangan balik dengan tenang. 1-1, dan giliran pendukung Albiceleste yang terdiam.

Sampai 90 menit habis, papan skor tidak bergerak. Argentina harus melewati babak tambahan lagi, yang ketiga kalinya beruntun di fase gugur turnamen ini. Lionel Scaloni memilih tidak mengubah susunan sebelas pertama sejak awal, dan keputusannya diuji habis-habisan sepanjang dua babak tambahan itu.

Alvarez dan Lautaro Menutup Malam

Jawaban muncul pada menit ke-112. Julián Alvarez menerima bola di tepi kotak penalti, mengambil satu sentuhan, lalu melepas tembakan kaki kanan yang tidak terjangkau Kobel. Kansas City kembali bergemuruh. Di masa tambahan waktu babak kedua extra time, giliran Lautaro Martínez memastikan segalanya: tembakan Thiago Almada terblok, bola muntah, dan Lautaro yang paling sigap. 3-1.

Bagi Mac Allister, malam itu terasa seperti kelanjutan cerita keluarga. Ayahnya, Carlos “Colorado” Mac Allister, pernah membela tim nasional Argentina; sang anak kini mencetak gol di perempat final Piala Dunia pada usia 27 tahun, empat tahun setelah ikut mengangkat trofi di Qatar. Di Liverpool ia dikenal sebagai pengatur ritme yang jarang menonjolkan diri. Di Kansas City, satu lompatannya mengubah arah laga.

Inggris Menunggu di Atlanta

Perjalanan belum selesai. Lawan berikutnya adalah Inggris, yang beberapa jam sebelumnya menyingkirkan Norwegia, juga lewat babak tambahan. Semifinal akan digelar di Atlanta, dan bagi Argentina ini kesempatan mempertahankan mahkota yang direbut di Doha.

Tiga laga gugur beruntun tuntas lewat extra time. Melelahkan, tentu. Namun tim yang sanggup terus menemukan gol di menit-menit ketika kaki sudah berat biasanya bukan tim yang gampang disuruh pulang. Swiss sudah merasakannya. Giliran Inggris yang akan menguji seberapa dalam bensin Albiceleste tersisa.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda