Adaptasi mata di tempat gelap jadi kunci. Matikan lampu sekitar 20 menit sebelum mulai melihat ke atas, lalu hindari cahaya ponsel yang terlalu terang. Semakin lama mata menyesuaikan diri, semakin mudah meteor tipis pun tertangkap.
Posisi berbaring atau duduk santai membantu karena pengamat bisa memantau area langit lebih luas tanpa cepat pegal. Untuk yang ingin memotret, mode malam di ponsel atau kamera dengan tripod bisa dipakai, asal cuaca benar-benar cerah dan arah bidik stabil.
Bedanya dengan meteor jatuh
Fenomena ini aman diamati dari permukaan Bumi. Hujan meteor terjadi ketika Bumi melewati sisa debu komet atau asteroid, lalu partikel kecil itu terbakar saat masuk atmosfer. Yang terlihat di langit adalah garis cahaya singkat, bukan benda besar yang jatuh ke tanah.
Karena itu, istilah hujan meteor berbeda dari peristiwa meteor jatuh yang kadang memicu kawah atau kerusakan. Pada hujan meteor, yang tersisa hanya jejak cahaya sesaat. Cepat hilang. Tapi kesannya bisa panjang, terutama jika langit sedang bersih dan gelap.
Dengan tiga puncak yang berdekatan, malam-malam di penghujung Juli 2026 jadi momen langka bagi pengamat langit di Indonesia, terutama jika Southern Delta Aquariids benar-benar tampil paling aktif sesuai perkiraan lembaga astronomi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.