Senin, 13 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

3 Hujan Meteor Hiasi Langit Akhir Juli 2026: Catat Jadwal Puncaknya

Hujan Meteor Juli 2026
Ilustrasi hujan meteor

JAKARTA, JOURNALARTA.COMHujan meteor Juli 2026 diperkirakan jadi tontonan langit yang paling padat pada akhir bulan, ketika tiga aliran meteor mencapai puncak hampir berurutan dan bisa dipantau dari Indonesia tanpa teleskop. Periode terkuatnya jatuh pada 28 hingga 31 Juli 2026.

Catatan itu penting karena waktu puncaknya saling berdekatan. Artinya, pengamat langit berpeluang melihat beberapa meteor dalam satu malam, selama cuaca cerah dan langit jauh dari polusi cahaya.

Jadwal puncak hujan meteor Juli 2026

Data dari NASA, International Meteor Organization, dan Royal Observatory Greenwich menunjukkan tiga hujan meteor yang patut dicermati pada akhir Juli. Piscis Austrinids diperkirakan memuncak pada 28–29 Juli 2026, disusul Alpha Capricornids pada 30 Juli, lalu Southern Delta Aquariids pada 30–31 Juli.

Nama hujan meteor Puncak aktivitas Karakter Catatan
Piscis Austrinids 28–29 Juli 2026 Sedang Berasal dari rasi Piscis Austrinus
Alpha Capricornids 30 Juli 2026 Lambat, bola api besar Terkenal karena meteor yang terang
Southern Delta Aquariids 30–31 Juli 2026 Cepat Diprediksi paling aktif, sekitar 20 meteor per jam

Susunan itu membuat akhir Juli 2026 terasa istimewa. Bukan cuma karena ada tiga nama besar sekaligus, tapi karena dua di antaranya bertabrakan di kalender puncak. Pengamat yang sabar bisa merasakan pergeseran karakter meteor dari satu malam ke malam berikutnya.

Waktu terbaik melihat hujan meteor Juli 2026

Pengamatan paling pas dilakukan mulai sekitar pukul 22.00 hingga 04.00 WIB, saat langit sudah lebih gelap dan radiasi meteor lebih mudah terlihat. Arah pandang terbaik disebut ke timur hingga tenggara, dengan patokan rasi Aquarius dan Capricornus.

Lokasi juga menentukan hasil. Pantai, dataran tinggi, atau area yang jauh dari lampu kota memberi peluang lebih besar menangkap meteor yang melintas cepat. Mata telanjang justru paling efektif karena bidang pandang lebih luas dibanding teleskop.

Kenapa tiga puncak ini penting

Bagi pecinta astronomi, hujan meteor Juli 2026 bukan sekadar fenomena rutin. Tumpang tindih jadwal puncak membuat periode ini lebih “produktif” daripada malam biasa, terutama untuk pemburu foto langit dan komunitas pengamat benda langit di Indonesia.

Dampaknya terasa juga di kebiasaan publik. Banyak orang yang biasanya hanya menunggu fenomena langit besar—seperti gerhana—bisa mendapat kesempatan lain yang lebih mudah diakses. Tidak perlu perangkat mahal. Cukup tempat gelap, waktu yang tepat, dan langit yang bersih dari awan.

Cara mengamati agar peluangnya lebih besar

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda