Selasa, 14 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Badan Gizi Nasional 2026: Pimpinan Baru, Kasus Korupsi & Update Program MBG

Badan Gizi Nasional 2026
Badan Gizi Nasional kembali jadi perhatian publik setelah pergantian pimpinan pada Juni 2026 berbarengan dengan penanganan dugaan korupsi di lingkungan lembaga. Credit: JournalArta

Di tengah kasus tersebut, pemerintah tidak menghentikan MBG. Program ini tetap masuk daftar prioritas dan terus diperluas sepanjang 2026.

Komponen Data
SPPG aktif 21.102 unit per Januari 2026
Penerima manfaat 59,86 juta orang
Anggaran 2026 Rp268 triliun
Porsi untuk MBG 93 persen atau Rp240 triliun
Target SPPG 36.617 unit

Skema pencairan dana juga dibuat langsung dari KPPN ke rekening SPPG daerah. Dari total dana operasional, 70 persen dialokasikan untuk bahan baku, 20 persen untuk operasional, dan 10 persen untuk insentif mitra. Pola ini dipakai untuk mempercepat belanja sekaligus menjaga distribusi tetap lancar.

Dampaknya terasa langsung ke dapur penyedia, sekolah penerima, dan rantai pasok pangan di daerah. Jika target 36.617 SPPG tercapai, volume pengadaan bahan baku akan melonjak besar, membuka pasar baru bagi pemasok lokal, tapi juga menuntut pengawasan ketat agar titik layanan tidak jadi celah penyimpangan. Pemerintah kini berada di posisi yang sensitif: MBG harus terus jalan, namun transparansi belanja dan tata kelola BGN ikut disorot lebih tajam.

Nama Nanik Sudaryati Deyang kini berada di pusat perhatian karena ia memimpin lembaga yang sedang dikejar target sekaligus dibayangi perkara hukum. Ke depan, arah audit, pembenahan pengadaan, dan kecepatan ekspansi SPPG akan menjadi penentu apakah BGN bisa memulihkan kepercayaan publik sambil menjaga MBG tetap stabil.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda