Rabu, 15 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Senator AS Dorong Reformasi Social Security Jelang Dana Menipis

reformasi Social Security di hadapan gedung Capitol AS
Sejumlah senator lintas partai mendorong reformasi Social Security lewat rancangan undang-undang baru. (Ilustrasi: AI)

Laporan trustees terbaru memperkirakan trust fund pensiun, atau Old-Age and Survivors Insurance (OASI), bisa habis pada kuartal IV 2032. Jika OASI digabung dengan trust fund disabilitas, program masih bisa membayar manfaat penuh sampai 2034. Setelah itu, yang bisa dibayar tinggal sekitar 83 persen manfaat.

Durbin menekan soal risiko menunggu terlalu lama. “Social Security is the bedrock promise of a secure retirement, earned after a lifetime of hard work,” kata Durbin dalam pernyataannya. “But the longer Congress waits, the more difficult it will be to address the program’s financial shortfall.”

Cassidy, yang juga ikut mengajukan rancangan ini, menyebut ada dorongan pribadi agar masalah itu diselesaikan sebelum para pengusulnya meninggalkan jabatan. “I want to get it done before we leave, so there is impetus to get it done,” ujar Cassidy kepada CNBC.com pada Juni.

Ia punya gagasan besar sendiri: membentuk dana investasi terpisah untuk Social Security, meniru perubahan pada sistem federal Railroad Retirement pada masa Presiden George W. Bush.

Dampaknya ke pasar dan fiskal Amerika

Di titik ini, masalah Social Security bukan sekadar soal cek pensiun bulanan. Kekhawatiran soal habisnya dana trust fund bisa merambat ke pasar obligasi dan ekonomi, terutama jika pemerintah federal dianggap lambat menutup jurang pendanaan. Sejumlah pakar bahkan menilai kondisi itu berisiko memicu krisis fiskal bila tidak ditangani lebih awal.

Angka lain ikut mempertegas tekanannya. Laporan trustees 2026 menaikkan celah solvabilitas 75 tahun menjadi 4,42 persen dari payroll, dari sebelumnya 3,82 persen. Committee for a Responsible Federal Budget, lembaga kajian yang juga mendukung PROMISE Act, menilai outlook keuangan Social Security “secara substansial memburuk”.

Ini penting bukan cuma bagi Amerika. Program pensiun negara sebesar AS punya pengaruh ke sentimen pasar global, arah obligasi pemerintah, dan percakapan fiskal di banyak negara yang sama-sama menghadapi populasi menua. Saat Washington bergerak, investor dan pembuat kebijakan di luar negeri ikut membaca sinyalnya.

Di antara opsi yang beredar, beberapa senator lain mendorong penghapusan batas gaji kena pajak payroll tax yang kini dipatok di US$184.500, sementara sebagian lain membuka opsi menaikkan usia pensiun atau menambah pajak bagi kelompok berpenghasilan tinggi. Belum ada konsensus. Tapi PROMISE Act mencoba membuat pertarungan gagasan itu masuk ke jalur resmi.

Jalur pembahasan yang diusulkan

Menurut lembar fakta rancangan itu, Social Security Advisory Board akan diminta menyusun naskah dasar setelah menyerap masukan publik. Naskah itu wajib memuat usulan yang bisa menjamin solvabilitas program setidaknya 50 tahun. Jika pimpinan mayoritas di Senat dan DPR tidak mengajukan naskah dasar, anggota Kongres lain masih bisa melakukannya.

Setelah itu, rancangan akan dibawa ke Komite Keuangan Senat dan Komite Ways and Means DPR untuk sidang, amandemen, dan pembahasan lanjutan. Lalu masuk ke lantai Senat dan DPR selama 100 jam pembahasan, dengan peluang amendemen pengganti. Untuk lolos, perubahan tetap butuh 60 suara di Senat. Naskah final pun harus meraih ambang yang sama.

Rancangan ini juga mengatur peninjauan solvabilitas setiap 10 tahun. Jika proyeksi kekurangan dana muncul lagi, prosedur lantai yang sama akan aktif otomatis. Durbin menyebut jalur itu sebagai cara membuka debat yang “transparan, adil, dan bipartisan”.

“Our bipartisan proposal opens Congress to debate this issue in a transparent, fair, and bipartisan way,” kata Durbin. Dan untuk program yang menopang puluhan juta pensiunan tiap bulan, jalur debat seperti itulah yang sekarang paling dibutuhkan.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda