Senator AS Cory Booker dari New Jersey membuat pernyataan mengejutkan Minggu lalu di program televisi ABC This Week, menyuarakan keprihatinan serius terhadap kandidat Partai Demokrat untuk Senat Maine, Graham Platner. Pernyataan itu muncul setelah terungkapnya laporan yang mengguncang bahwa Platner diduga mengirim serangkaian pesan teks bermuatan seksual eksplisit kepada sejumlah perempuan lain saat ia masih berstatus menikah dengan istrinya, Amy Gertner.
“Ya, saya punya keprihatinan,” ujar Booker tegas ketika ditanya oleh pembawa acara Jonathan Karl mengenai skandal yang menimpa Platner. “Orang itu punya pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab—dan itulah fungsi kampanye pemilu.”
Pernyataan Booker—seorang senator senior yang berpengaruh di Partai Demokrat—menandai momen kritis bagi kampanye Platner yang sebelumnya dianggap sebagai calon kuat untuk merebut kursi Senat dari Senator Republik petahana Susan Collins dalam pemilu sela November 2026. Skandal ini tidak hanya mengancam peluang elektoral Platner, tetapi juga menghadirkan dilema moral bagi partai yang sedang berjuang merebut mayoritas di Kongres di tengah kepresidenan kedua Donald Trump.
Latar Belakang Skandal dan Bocoran Internal Kampanye
Skandal ini pertama kali terungkap melalui laporan investigasi bersama The New York Times dan Wall Street Journal yang dipublikasikan Sabtu pekan lalu. Menurut laporan tersebut, Amy Gertner—yang menikah dengan Platner pada 2023—menemukan pesan-pesan teks bermuatan seksual eksplisit di ponsel suaminya pada musim semi 2025. Gertner kemudian membagikan temuan tersebut kepada direktur politik kampanye Platner saat itu, Genevieve McDonald.
McDonald, yang kemudian mengundurkan diri dari kampanye pada Oktober 2025, memberikan pernyataan tajam yang menggarisbawahi persoalan karakter kandidat. “Senat Amerika Serikat bukanlah tempat latihan untuk penebusan dosa,” kata McDonald kepada The New York Times. “Ini adalah tempat bagi para pemimpin yang terbukti memiliki kejelasan moral dan integritas.”
Pengunduran diri McDonald sendiri terjadi setelah serangkaian kontroversi lain menimpa kampanye Platner, termasuk terungkapnya postingan kontroversial di platform Reddit yang dibuat Platner antara 2009 dan 2021, serta laporan mengenai tato simbol Nazi yang dimiliki kandidat tersebut. Kombinasi skandal-skandal ini menciptakan krisis reputasi yang mendalam bagi kampanye yang semula diunggulkan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.