WASHINGTON — Memasuki usia satu abad lebih tidak menghalangi Eileen Lavine untuk tetap produktif. Jurnalis senior berusia 101 tahun ini tercatat masih aktif bekerja sebagai penyunting naskah setiap pekan di majalah Moment, sekaligus menjalani kehidupan mandiri tanpa bergantung pada orang lain.
Banyak orang mencari kunci panjang umur melalui diet ketat atau tren kebugaran fisik yang intens. Namun, Lavine memiliki pandangan berbeda. Baginya, kesehatan di usia senja lebih banyak ditentukan oleh stimulasi kognitif dan keterlibatan sosial. Dilaporkan oleh TODAY.com, perempuan ini membagikan tiga kebiasaan utama yang menjadi fondasi ketajaman mentalnya hingga saat ini.
Aktivitas Intelektual Tanpa Henti
Lavine mengaku enggan menyebut dirinya sebagai seorang atlet. Ia lebih memilih untuk melatih otaknya secara intens setiap hari. Rutinitas paginya dimulai dengan konsumsi informasi mendalam melalui berbagai surat kabar ternama seperti The New York Times dan The Washington Post.
Tidak berhenti di situ, ia rutin mengisi waktu dengan memecahkan teka-teki silang serta membaca berbagai publikasi jurnalistik seperti The New Yorker dan Columbia Journalism Review. Bagi Lavine, menjaga rasa ingin tahu adalah cara paling ampuh untuk mencegah kemunduran kognitif. Ia bahkan sesekali mengikuti kuliah daring untuk terus memperbarui wawasannya.
Filosofi Kontribusi dan Optimisme
Keyakinan bahwa dirinya masih memberikan kontribusi bagi dunia menjadi bahan bakar semangat hidup Lavine. Sejak mendirikan perusahaan jasa kepenulisan dan penyuntingan pada 1962, prinsip untuk selalu produktif telah melekat dalam dirinya. Pesan sang ibu untuk selalu melihat sisi terbaik dari setiap situasi menjadi pedoman yang ia pegang teguh hingga melampaui usia seratus tahun.
Sikap optimis ini terbukti efektif dalam menjaga kesehatan mentalnya. Lavine tidak terjebak pada perasaan kesepian yang sering dialami banyak orang lanjut usia. Ia tetap merasa hidupnya bermakna karena masih bisa menjalankan pekerjaan profesional yang menuntut ketelitian tinggi, sebuah hal yang jarang ditemukan pada individu di kelompok usianya.
Menjaga Koneksi Antargenerasi
Kebiasaan ketiga yang dianggap krusial adalah menjalin hubungan bermakna dengan orang lain. Lavine secara aktif menghabiskan waktu bersama tetangga untuk bermain kartu, termasuk rutin bermain poker setiap Kamis. Ia juga memastikan hubungan dengan keluarganya tetap erat melalui komunikasi rutin lewat surel dan kunjungan fisik.
Menurut penuturan putrinya, kemampuan Lavine dalam berteman lintas generasi menjadi faktor pendukung utama kecerdasan otaknya. Kehidupan sosial yang aktif ini, dipadukan dengan keterlibatan profesional yang konsisten, membuat Lavine mampu mempertahankan kemandiriannya di pusat hunian lansia.
Menatap kembali perjalanan hidupnya yang panjang, Lavine hanya bisa merasa takjub melihat bagaimana kebiasaan sederhana mampu membawanya hingga ke titik ini.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.