Rabu, 15 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Uji RayNeo X3 Pro: Kacamata AR Canggih dengan Baterai Terbatas

Kacamata pintar RayNeo X3 Pro dengan desain modern dan futuristik
RayNeo X3 Pro menawarkan integrasi AI dan layar MicroLED dalam desain yang ringan. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — RayNeo X3 Pro resmi hadir sebagai salah satu kacamata pintar yang menawarkan teknologi augmented reality (AR) paling ambisius di pasar saat ini. Dengan bobot hanya 76 gram, perangkat ini membawa layar MicroLED penuh warna yang dikembangkan bersama Applied Materials, menciptakan simulasi layar 43 inci di depan mata pengguna.

Spesifikasi Teknis dan Performa

Dapur pacu perangkat ini menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon AR1 Gen 1, platform yang memang dirancang khusus untuk kelas perangkat kacamata pintar. Integrasi dengan Google Gemini 2.5 versi beta memungkinkan pengguna mendapatkan asisten AI multimodal untuk berbagai kebutuhan navigasi hingga penerjemahan bahasa secara real-time.

RayNeo menyematkan sensor kamera Sony IMX681 beresolusi 12MP yang mampu merekam video 4K. Kinerja teknisnya didukung oleh kamera monokrom sekunder untuk pelacakan kedalaman dan posisi 6DoF, memberikan pengalaman AR yang lebih imersif dibandingkan kompetitor di kelasnya. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 6.000 nits, mengungguli panel yang digunakan pada kacamata pintar populer lainnya.

Tantangan Baterai dan Penggunaan

Meskipun secara spesifikasi hardware sangat mengesankan, RayNeo X3 Pro memiliki hambatan nyata pada sektor daya. Kapasitas baterai 245mAh yang tertanam di dalamnya hanya mampu bertahan antara satu hingga dua jam dalam penggunaan aktif, seperti navigasi atau penggunaan aplikasi intensif. Pengguna mungkin mendapatkan waktu hingga lima jam jika pemakaian sangat ringan.

Dikutip dari ulasan TechRadar, perangkat ini dipasarkan dengan harga premium sekitar 1.169 dolar AS atau setara dengan 1.169 pound sterling di Inggris. Angka ini cukup tinggi mengingat kacamata ini dirancang murni untuk kebutuhan AR, bukan sebagai perangkat multifungsi yang bisa digunakan untuk sekadar menonton film atau kebutuhan hiburan umum.

Desain dan Kenyamanan

Dari sisi fisik, RayNeo berusaha melakukan perbaikan dari model sebelumnya, yakni X2 Pro. Penggunaan material magnesium-aluminium kelas dirgantara berhasil memangkas bobot secara signifikan hingga 36 persen. Meski begitu, desain yang tebal pada bagian bingkai dan penempatan dua kamera di jembatan kacamata tetap membuat perangkat ini terlihat mencolok saat dikenakan di ruang publik.

Kontrol utama perangkat dilakukan melalui panel sentuh lima arah di gagang kanan. Bagi pengguna yang menginginkan presisi lebih, perusahaan menjanjikan dukungan kontrol gestur melalui Apple Watch yang akan dihadirkan lewat pembaruan perangkat lunak di masa depan.

Hingga saat ini, produk tersebut sudah tersedia di beberapa pasar internasional, meski distribusinya masih terbatas pada kanal penjualan langsung melalui situs resmi RayNeo.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda