Musisi, aktivitas, dan dampak ke UMKM
Line-up di tiap kota dibuat berbeda. Bogor menghadirkan Last Child, Idgitaf, Stereowall, dan Rrag. Bali diisi KOTAK dan Lomba Sihir. Malang menampilkan Salma Salsabil dan Coldiac. Jogja menurunkan Rony Parulian serta Aftershine.
Aktivitas pendukungnya juga padat. Ada senam zumba, jalan sehat, lomba mewarnai, Asia Pop Playground, sampai food bazaar. Bagi pengunjung, pilihan itu membuat acara terasa seperti festival keluarga, bukan sekadar konser malam.
Soal ekonomi lokal, titik paling terasa ada di tenant UMKM. Malang, misalnya, membawa 20 tenant ke area acara. Bagi pelaku usaha kecil, lalu lintas massa seperti ini berarti peluang menjajal pasar baru, memperluas pembeli, dan mengenalkan produk ke pengunjung dari luar daerah.
Program BTV lain yang ikut berjalan pada 2026
Di luar BTV Semesta Berpesta, BTV juga menjalankan sejumlah program lain sepanjang 2026. Stasiun ini meraih Juara 1 Penghargaan Jurnalistik PWI 2026 kategori televisi lewat karya Reza Ramadhan tentang Jenderal Hoegeng. BTV juga menggelar BTV Semesta Ramadan di Masjid Raya Al A’zhom Tangerang.
Selain itu, BTV bersama Beritasatu melepas Tim Liputan Mudik 2026 untuk pemantauan arus Lebaran selama 24 jam. BTV juga menerima hewan kurban sapi dari BAZNAS RI untuk didistribusikan ke masyarakat prasejahtera. Di level siaran, kanal ini tetap bisa diakses lewat TV digital, termasuk 44 UHF Bandung dan 40 UHF Medan.
BTV Semesta Berpesta 2026 sendiri masih berpotensi berlanjut ke kota lain bila pola tahun ini dipertahankan. Yang jelas, format festival gratis dengan konser dan bazar masih punya ruang besar di kota-kota dengan basis komunitas aktif dan pelaku UMKM yang haus panggung.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.