LONDON — biaya perjalanan Pauline Hanson ke Italia memicu tanda tanya setelah senator One Nation itu menolak menjawab siapa yang membayar lawatannya ke Sicilia. Pertanyaan itu muncul usai ia terlihat menghadiri peragaan busana Dolce & Gabbana di Taormina dan singgah di hotel mewah bintang lima, sebelum kembali ke London untuk menghadiri jamuan politik berharga tinggi.
Pada Jumat waktu setempat, Hanson diminta ABC menjawab apakah dirinya yang menanggung biaya selama di Sicilia. Ia mengangkat tangan dan berkata singkat, “I need to go inside.” Diam. Lalu beranjak masuk.
Lawatan yang disebut misi pencarian fakta
Hanson, 72 tahun, sudah hampir dua minggu berada di Inggris dan Eropa. Ia menyebut perjalanan itu sebagai “fact-finding mission” dan bertemu sejumlah figur sayap kanan selama berada di sana.
Dari sisi politik, lawatan ini penting karena Hanson bukan sekadar pelancong biasa; ia pemimpin partai yang kerap mengusung isu biaya hidup dan menempatkan diri sebagai pembela warga kelas pekerja di Australia.
Masalahnya, foto-foto dan penampakan Hanson di Taormina justru memberi kesan yang jauh dari citra hemat. Ia terlihat bersama Gina Rinehart, orang terkaya di Australia sekaligus pendukung politiknya, di area kolam hotel Grand Hotel San Pietro. Tarif menginap semalam di properti itu dilaporkan bisa menembus lebih dari US$5.000. Mahal. Sangat mahal.
Di video yang diunggah ke media sosial pada Jumat, Hanson bersikeras perjalanan itu tidak membebani pembayar pajak “one dollar”. Ia juga membenarkan kehadirannya di peragaan busana Dolce & Gabbana. “Yes I went to Sicily. Yes I went to the Dolce & Gabbana fashion show.
What an experience, I was invited,” ujarnya. Hanson menambahkan, ia belum pernah menghadiri acara seperti itu dan memutuskan untuk datang.
Harga jamuan politik di London
Setelah dari Sicilia, Hanson tampil di London untuk konferensi Conservative Political Action Conference atau CPAC. Acara ini berlangsung di InterContinental Hotel kawasan tenggara London dan digelar dalam format jamuan makan malam hitam-putih yang dihadiri kalangan sayap kanan internasional.
Tiket termurah untuk acara gala itu dibanderol 600 poundsterling, sekitar US$1.156, sementara tiket termahal mencapai 10.000 poundsterling atau US$19.268.
Angka itu membuat perjalanan Hanson makin disorot. Soalnya, CPAC bukan konferensi kecil. Organisasi ini dikenal sebagai ajang berkumpulnya tokoh kanan dari berbagai negara, dan edisi Inggris kali ini tercatat sebagai yang pertama dihelat di sana. Acara tersebut diprakarsai mantan perdana menteri Inggris Liz Truss, yang masa jabatannya hanya 49 hari.
Di ruang konferensi, Hanson dan Rinehart lebih dulu terlihat mendengarkan pidato Nigel Farage. Pemimpin Reform UK itu menyampaikan peringatan keras soal kondisi Inggris, sambil memuji lonjakan elektabilitas partainya. “Pauline, it’s amazing what you’ve done to get to the top of the opinion polls.
Phenomenal,” kata Farage kepada Hanson di depan hadirin. Pujian itu memperlihatkan kedekatan politik di antara tokoh-tokoh kanan yang hadir di forum tersebut.
Kritik di Canberra dan pertanyaan soal dana
Lawatan Hanson juga menyulut sindiran dari lawan-lawan politiknya di Canberra. Pemimpin oposisi Angus Taylor menuduh Hanson sedang “berada di Italia, hidup mewah”, sebuah sindiran yang menekan satu pertanyaan inti: siapa yang menanggung biaya perjalanan itu.
Dalam politik, pertanyaan seperti ini cepat membesar karena berhubungan langsung dengan transparansi, etika perjalanan, dan batas antara urusan pribadi serta jabatan publik.
Seorang juru bicara One Nation mengatakan semua perjalanan yang dibiayai uang pembayar pajak akan diungkap ke publik sesuai aturan parlemen.
Pernyataan itu belum menjawab seluruh tanda tanya tentang lawatan ke Sicilia, tetapi memberi sinyal bahwa partai akan mengklaim perjalanan publik mereka sebagai bagian dari prosedur pelaporan resmi. Bagi publik Australia, jawaban semacam ini tetap penting.
Citra Hanson sebagai tokoh yang mengkritik pengeluaran pemerintah membuat asal-usul dana perjalanannya ikut jadi ukuran konsistensi politik.
Isu ini juga bergaung ke luar Australia. Ketika seorang politisi yang rutin bicara soal krisis biaya hidup terlihat di hotel mewah, jamuan mahal, dan peragaan busana eksklusif, jarak antara retorika kampanye dan gaya hidup pribadi langsung dibaca publik. Dan di era sorotan media sosial, jarak itu cepat sekali menjadi bahan perdebatan.
Hanson sendiri masih akan tampil di CPAC pada Sabtu pagi waktu setempat. Di hadapannya sudah menunggu panggung yang sama, kamera yang sama, dan satu pertanyaan yang belum dijawab: siapa yang membayar jalan-jalannya ke Sicilia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.