Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Angus Taylor Akui Koalisi Kehilangan Kepercayaan Pemilih

kepercayaan pemilih Koalisi Australia dibahas Angus Taylor di Canberra
Angus Taylor mengakui kepercayaan pemilih Koalisi Australia terkikis saat Covid-19. (Ilustrasi: AI)

CANBERRA — Angus Taylor mengakui kepercayaan pemilih terhadap Koalisi Australia sempat runtuh selama pandemi Covid-19. Dalam pernyataan di stasiun radio 2GB pada Senin pagi waktu setempat, tokoh senior Partai Liberal itu mengatakan warga Australia marah pada politik, ekonomi, biaya hidup, dan pajak.

Pernyataan Taylor punya bobot politik yang besar. Ia bukan sekadar komentator; ia pernah duduk sebagai menteri senior dalam pemerintahan Koalisi. Saat seorang figur inti koalisi mengakui ada masalah trust, pesan itu dibaca sebagai pengakuan bahwa partai oposisi masih memikul beban lama yang belum selesai.

Pengakuan soal trust yang terkikis

Taylor menyebut pemerintah Koalisi, termasuk kabinet tempat ia pernah berperan, telah “kehilangan kepercayaan” dari pemilih lewat masa pandemi. Menurut dia, kebijakan saat itu membuat “big government” lebih mudah diterima publik.

Ia lalu menegaskan bahwa Koalisi perlu membalik keadaan. “Kami membiarkan pemerintah besar menjadi diterima, dan kami tidak percaya pada pemerintah besar,” kata Taylor dalam kutipan yang disiarkan 2GB. Ia menambahkan bahwa Australia keluar dari Covid dengan kebutuhan untuk menekan belanja dan mengurangi peran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari.

Kalimatnya lugas. Bahkan keras. Taylor menilai warga merasa negara terlalu besar, terlalu berat, dan terlalu dekat dengan keseharian mereka. Bagi Koalisi, pengakuan seperti ini penting karena menyentuh akar persoalan yang sering muncul tiap kali oposisi Australia bicara soal efisiensi, pajak, dan peran negara.

Menjawab amarah pemilih

Dalam wawancara itu, Taylor juga berkata publik pemilih sedang “marah” pada politik dan kondisi ekonomi. Ia menyorot standar hidup serta beban pajak sebagai dua isu yang paling terasa di rumah tangga Australia.

Ini bukan isu kecil. Saat biaya hidup menekan, pesan politik soal disiplin fiskal dan ukuran negara menjadi semakin sensitif. Jika publik merasa upah tertinggal dari harga kebutuhan harian, partai mana pun yang sedang berkuasa atau pernah berkuasa akan ikut diserang. Itulah yang sekarang coba dihadapi Koalisi.

Taylor mengakui Partai Liberal memang harus membangun ulang kepercayaan di kalangan pemilih. Tapi ia menolak narasi bahwa kekuatan koalisi sedang ambruk total. Menurut dia, meski suara Koalisi sebelumnya sempat “jatuh bebas”, kini posisi mereka “solid seperti batu”.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda