Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Harga BBM Pertamina Palembang Juli 2026: Pertamax Rp16.350/Liter

Harga BBM Pertamina Palembang
Harga BBM Pertamina Palembang Juli 2026: Pertamax Rp16.350/Liter. Credit: Dok. JournalArta

PALEMBANG, JOURNALARTA.COM – Harga BBM Palembang per Juli 2026 masih menjadi perhatian warga yang rutin mengisi bahan bakar di kota ini. Pertamax tercatat Rp16.350 per liter, lebih tinggi dari Jakarta karena ada pajak bahan bakar kendaraan bermotor atau PBBKB daerah.

Data terbaru itu merujuk pada daftar resmi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dengan pembaruan harga per 10 Juni 2026 yang masih berlaku pada Juli 2026. Selisih harga ini terasa langsung di kantong pengendara harian, terutama pengguna mobil pribadi, ojek online, dan armada distribusi kecil yang tiap hari bergantung pada BBM nonsubsidi.

Daftar harga BBM Palembang Juli 2026

Berdasarkan data resmi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, berikut daftar harga BBM yang berlaku di Palembang:

Jenis BBM Harga per liter Keterangan
Pertamax RON 92 Rp16.350 Naik dari Rp12.400
Pertamax Green 95 Rp17.100 Naik dari Rp13.000
Pertamax Turbo RON 98 Rp20.850 Tetap
Dexlite Rp23.100 Tetap
Pertamina DEX Rp24.900 Tetap
Pertalite RON 90 Rp10.000 Tetap subsidi
Solar Subsidi Rp6.800 Tetap subsidi

Angka di atas memperlihatkan dua kelompok pasar yang berbeda. BBM nonsubsidi bergerak mengikuti kebijakan harga dan komponen pajak daerah, sedangkan Pertalite dan Solar subsidi tetap di level yang sama. Pola ini penting karena menentukan biaya operasional rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang memakai kendaraan niaga ringan.

Mengapa harga BBM Palembang berbeda dari Jakarta

Perbedaan harga BBM antardaerah muncul karena PBBKB di tiap provinsi tidak sama. Untuk Sumatera Selatan, tarif PBBKB disebut 10 persen. Itulah sebabnya harga Pertamax di Palembang berada di Rp16.350 per liter, sementara di Jakarta masih Rp16.250 per liter.

Selisih Rp100 per liter terlihat kecil. Tapi saat konsumsi harian mencapai puluhan liter, beban biaya langsung ikut berubah. Bagi pengemudi yang mengisi penuh tangki beberapa kali sepekan, perbedaan itu menumpuk dalam hitungan bulan. Di sektor logistik lokal, efeknya bisa menjalar ke ongkos distribusi dan harga barang.

Dampaknya ke pengendara dan usaha harian

Bagi pengguna kendaraan pribadi, kenaikan pada Pertamax dan Pertamax Green berarti pengeluaran transportasi makin sulit ditekan jika mobilitas tetap tinggi. Mereka yang sebelumnya memilih BBM nonsubsidi murah kini harus menghitung ulang pola perjalanan, terutama di Palembang yang punya sebaran aktivitas cukup luas dari pusat kota ke kawasan pinggiran.

Pedagang, kurir, dan usaha kecil berbasis kendaraan juga ikut terdampak. Biaya bahan bakar adalah komponen yang paling cepat terasa saat harga naik, sementara tarif jasa tidak selalu bisa langsung dinaikkan. Karena itu, banyak operator armada kecil biasanya mengecek harga sebelum memutuskan pengisian penuh.

Lokasi SPBU dan harga subsidi tetap

Untuk mengecek SPBU terdekat, Pertamina menyarankan penggunaan aplikasi MyPertamina. Beberapa titik SPBU besar di Palembang berada di Jalan Soekarno Hatta, Jalan Angkatan 45, dan Jalan Radial. Lokasi-lokasi ini kerap jadi rujukan pengendara karena aksesnya mudah dan volume layanannya besar.

Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter. Keduanya masih menjadi penyangga utama bagi pengendara yang masuk kategori penerima subsidi. Selama kebijakan itu tidak berubah, fokus publik akan tetap tertuju pada harga BBM nonsubsidi yang lebih sensitif terhadap pajak daerah dan penyesuaian harga perusahaan.

Harga BBM di Palembang juga bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan baru Pertamina, pergerakan harga minyak dunia, dan penyesuaian pajak daerah yang berlaku di Sumatera Selatan.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda