Selasa, 21 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Lagu Buatan AI ‘GG EZ’ Ramai di Tantangan Dansa K-pop

Lagu buatan AI GG EZ ramai di tantangan dansa K-pop
Lagu buatan AI ‘GG EZ’ mencuat setelah dipakai di tantangan dansa K-pop dan dibagikan ulang luas di media sosial. (Ilustrasi: AI)

Dalam unggahan Instagram yang diterjemahkan dari bahasa Jepang, M.Sasuke menulis: “Please note that M.Sasuke’s music and visuals incorporate elements created using AI-generated technology.

While production is primarily based on text prompts, some works are developed using AI to expand upon simple tracks or rough sketches I have created myself.” Ia juga menyebut bahwa lirik, aransemen, dan prompts dibuat olehnya, sementara vokal, musik, dan video musiknya juga memakai teknologi AI.

Yang menarik, M.Sasuke tidak pernah menjelaskan generator AI musik apa yang dipakai. Celah itu membuat banyak orang menebak-nebak. Di kolom komentar YouTube dan percakapan penggemar, muncul spekulasi tentang suara yang terdengar mirip LNGSHOT’s Ohyul, yang bahkan ikut melakukan tantangan dansa “GG EZ”.

Kenapa ini penting buat industri musik

Kasus “GG EZ” menunjukkan betapa cepatnya lagu buatan AI bisa menumpang pada ekosistem fandom. Begitu satu idol besar ikut, jejaring promosi bekerja sendiri. Lagu masuk ke Instagram, lalu TikTok, lalu merembet ke Spotify dan perhatian media.

Dampaknya terasa luas. Untuk pendengar, batas antara karya manusia dan karya AI jadi makin kabur. Untuk industri, model promosi semacam ini bisa mengubah cara lagu dipasarkan, karena satu challenge singkat mampu memberi dorongan yang sangat besar tanpa kampanye mahal.

Buat artis manusia, situasinya terasa tidak seimbang ketika karya AI bisa memperoleh panggung hanya karena mudah dipakai untuk konten pendek.

Itu sebabnya sejumlah musisi mulai bersuara. Singer-songwriter dan DJ Shin Jiyoon dari XD:I, misalnya, menyatakan dalam siaran langsung bahwa ia menolak ikut “GG EZ” Dance Challenge maupun lagu AI lain karena lebih memilih seni manusia. Ia juga menyorot kondisi saat sebagian tempat memutar lagu AI karena gratis, padahal menurutnya para musisi manusia sendiri sedang berjuang keras.

Gelombang AI music yang belum melambat

“GG EZ” bukan satu-satunya contoh. Bahan sumber menyebut Suno, salah satu generator musik AI yang populer, juga membuat “artis” sendiri bernama Xania Monet yang sempat masuk tangga lagu Billboard R&B dan radio. Ada pula IngaRose dengan lagu “Celebrate Me” yang disebut menduduki peringkat pertama iTunes di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, dan Selandia Baru.

Halaman:123Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda