Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten kini tengah mengusut dugaan tindak pidana pengeroyokan dan penculikan yang menimpa seorang warga bernama Fam Fuk Tjhong. Pria yang akrab disapa Uun itu diduga menjadi korban kekerasan oleh sekelompok orang, memicu ketegangan di wilayah Kabupaten Lebak.
Laporan resmi mengenai insiden ini sudah masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Banten dan segera ditindaklanjuti oleh tim penyidik di lapangan.
Peristiwa nahas itu terjadi di Kampung Babakan Pulo, Kelurahan Bojong Leles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Jarum jam menunjukkan sekitar pukul 19.00 WIB pada Sabtu, 18 Juli, saat dugaan pengeroyokan sekaligus penculikan tersebut berlangsung. Suasana malam di kawasan pemukiman yang biasanya tenang seketika pecah oleh aksi kekerasan yang membuat geger warga sekitar.
Pendalaman Kasus
Saat ini, status perkara masih berada dalam tahap penyelidikan awal. Penyidik belum menetapkan satu pun tersangka meski pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang berada di lokasi saat kejadian terus dipacu. Polisi ingin memastikan konstruksi hukum kasus ini berdiri kokoh sebelum melangkah ke tahap penyidikan yang lebih dalam.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea, menegaskan bahwa kepolisian tidak akan main-main dalam menangani laporan ini. Ia menjamin proses penyelidikan berjalan secara profesional dan prosedural. Polisi juga telah meminta pihak pelapor untuk melakukan visum et repertum.
Hasil visum nanti menjadi alat bukti kunci yang sah secara hukum untuk mengungkap sejauh mana kekerasan yang dialami oleh Uun.
“Laporan sudah resmi kami terima. Pasti akan diproses secara profesional dan prosedural,” tegas Maruli saat memberikan keterangan di Serang, Minggu.
Selain mengandalkan hasil visum, tim penyidik di lapangan juga sedang memburu keterangan tambahan dari para saksi mata di sekitar lokasi kejadian di Kampung Babakan Pulo.
Pengumpulan bahan keterangan ini sangat krusial untuk mencocokkan kronologi yang dilaporkan dengan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Setiap potongan informasi dari warga setempat sangat berharga bagi aparat untuk mengidentifikasi siapa saja yang terlibat dalam aksi nekat tersebut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.