Selasa, 21 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Universitas Paramadina Bersama Komisi X DPR RI Gelar Seminar Nasional: Transformasi Pendidikan di Era AI

Transformasi Pendidikan di Era AI
Universitas Paramadina Bersama Komisi X DPR RI Gelar Seminar Nasional: Transformasi Pendidikan di Era AI.

JAKARTA, JOURNALARTA.COMUniversitas Paramadina bekerja sama dengan Komisi X DPR RI menyelenggarakan seminar pendidikan kolaboratif berskala nasional, dengan fokus utama membahas dampak disrupsi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di dunia akademik.

Bertajuk “Transformasi Dunia Pendidikan di Era AI: Peluang, Tantangan dan Inovasi Masa Depan“, forum strategis ini berlangsung di Auditorium Firmanzah, Kampus Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (18/7/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 80 peserta yang terdiri dari guru, dosen, tenaga pendidik, mahasiswa, hingga perwakilan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).

Momentum Selaraskan Teknologi dengan Nilai

Inovasi teknologi seperti AI telah membawa pergeseran mendalam pada konstelasi ekonomi dan tatanan global. Universitas Paramadina memandang tantangan ini sebagai momentum emas untuk menyelaraskan penguasaan keahlian teknologi dengan kedalaman integritas akhlak mahasiswa, yang sejalan dengan tiga pilar utama universitas: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan.

Negara Harus Cegah Kesenjangan Digital

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si., yang hadir sebagai pembicara kunci, menegaskan pentingnya peran aktif negara dalam menyikapi disrupsi ini. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh justru memperlebar jurang kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Negara harus memastikan bahwa penetrasi teknologi AI di sektor pendidikan tidak menciptakan jurang pemisah baru di Indonesia. Fungsi pengawasan dan penganggaran DPR RI Komisi X akan terus kami optimalkan demi menjamin pemerataan fasilitas digital dan peningkatan kompetensi guru dari Sabang sampai Merauke, sehingga akselerasi inovasi masa depan ini dapat dirasakan tepat sasaran oleh seluruh anak bangsa,” ujar Kurniasih.

Kurikulum Tangkas Tanpa Tinggalkan Nilai Kemanusiaan

Selain kebijakan tingkat makro, kesiapan kurikulum di tingkat pendidikan tinggi juga menjadi instrumen vital. Wakil Rektor Universitas Paramadina Bidang Akademik, Dr. Harry T.Y Achsan, menekankan agar kampus segera memperbarui metode pembelajaran, sehingga lulusan tidak gagap teknologi namun tetap berpegang teguh pada nilai kemanusiaan.

Sementara itu, Dosen Teknik Informatika Universitas Paramadina, M. Darwis, M.Kom., menjelaskan bahwa AI merupakan mesin pengolah data berkemampuan luar biasa, namun mutlak membutuhkan batasan etis manusia.

“AI adalah alat yang luar biasa kuat, namun ia tidak memiliki nurani. Di ruang-ruang kelas masa depan, kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah secara etis jauh lebih berharga daripada sekadar menghafal informasi. Kita harus melatih mahasiswa menguasai AI secara teknis, sekaligus memiliki pola pikir yang berakar pada nilai humanitas,” jelas Darwis.

Ia menambahkan, orientasi mengajar harus berubah total: tidak lagi sekadar mentransfer pengetahuan yang mudah dicari mesin, melainkan mengasah penalaran tingkat tinggi dan penyelesaian kasus nyata.

Cegah Pengangguran Intelektual

Dari perspektif ekonomi makro, Wakil Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Dr. Handi Rizsa, M.Ec., memaparkan risiko hilangnya pekerjaan konvensional akibat otomatisasi. Ia mendesak rekonstruksi kurikulum perguruan tinggi secara masif.

“Pergeseran ekonomi berbasis AI menuntut transformasi total kurikulum. Jika tidak diselaraskan dengan kebutuhan industri masa depan, risiko pengangguran intelektual akan meningkat. Pendidikan harus diarahkan pada fleksibilitas keahlian dan penguatan integritas berbasis nilai kemodernan serta kebangsaan,” tegas Handi.

Peran Guru Berubah Menjadi Fasilitator

Kepala SMAN 7 Bekasi, Drs. Fajar Heryadi Trimawardi, M.Pd., menilai siswa tingkat menengah paling rentan terpapar dampak negatif teknologi tanpa bimbingan tepat. Ia mengapresiasi kolaborasi ini sebagai acuan nyata bagi sekolah.

“Kini guru bukan lagi satu-satunya sumber ilmu, melainkan fasilitator yang mengarahkan siswa memanfaatkan teknologi secara bijak. Seminar ini menjadi panduan strategis bagi kami mendesain pembelajaran sejak dini,” ungkap Fajar.

Penanggung Jawab Acara sekaligus Direktur Pemasaran dan Beasiswa Universitas Paramadina, Dr. Peni Hanggarini, S.IP., M.A., menyampaikan aspirasi dari berbagai pihak dalam forum ini akan dirangkum menjadi draf rekomendasi kebijakan strategis untuk pengembangan pendidikan nasional di tengah era kecerdasan buatan.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Kapan dan di mana seminar ini dilaksanakan?

Berlangsung pada 18 Juli 2026 di Auditorium Firmanzah, Kampus Universitas Paramadina Cipayung, Jakarta Timur.

2. Siapa saja pembicara dalam kegiatan ini?

Hadir Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Wakil Rektor Universitas Paramadina, pengamat ekonomi INDEF, dosen, serta kepala sekolah menengah.

3. Apa inti rekomendasi utama dari seminar ini?

Perlunya pemerataan akses digital, pembaruan kurikulum, perubahan peran pendidik, serta penyeimbangan penguasaan teknologi dengan nilai etika dan kemanusiaan.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda