Selasa, 21 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Anggota DPR: Festival Banjari Nasional Jadi Benteng Pelestarian Seni Budaya Islam

Anggota DPR
Foto: Viva

SIDOARJOAnggota Komisi X DPR RI Adela Kanasya menegaskan Festival Banjari Tingkat Nasional harus menjadi ruang strategis untuk melestarikan seni budaya Islam sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap tradisi keislaman yang menjadi bagian dari identitas bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Adela usai membuka Festival Banjari Tingkat Nasional yang digelar di Desa Juwet Kenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Festival tersebut merupakan bagian dari rangkaian Haul Mbah Kalam dan terselenggara melalui kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan RI, Adela Kanasya, serta Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Juwet Kenongo.

Kegiatan pembukaan dihadiri Perwakilan Kementerian Kebudayaan RI Insan Abdirahman, Ketua PCNU Sidoarjo Zainal Arifin, jajaran Muslimat NU Sidoarjo, Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Adiel Kanantha, tokoh agama, dan masyarakat setempat.

Warisan Budaya di Tengah Perkembangan Zaman

Adela mengatakan Festival Banjari bukan sekadar perlombaan seni religi. Acara ini menjadi media untuk menjaga warisan budaya Islam Nusantara agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman modern.

“Festival Banjari resmi kami buka pada Jumat kemarin. Festival ini menjadi ruang untuk merawat tradisi, memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni Islami, sekaligus melestarikan budaya yang menjadi bagian dari identitas bangsa.

Kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat seperti ini harus terus diperkuat agar warisan budaya tetap lestari dan mampu berkembang mengikuti zaman,” ujar Adela seperti dikutip Selasa, 21 Juli 2026.

Politisi muda Partai Golkar itu menilai keterlibatan Kementerian Kebudayaan menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menyasar kesenian tradisional, tetapi juga seni bernuansa religius yang telah berkembang di tengah masyarakat.

Banjari Sebagai Sarana Dakwah dan Pendidikan Karakter

Seni Banjari memiliki nilai lebih karena menjadi sarana dakwah sekaligus media pendidikan karakter. Adela menekankan bahwa Banjari bukan sekadar seni musik religi biasa.

“Banjari juga media dakwah yang mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, cinta kepada Rasulullah SAW, dan akhlak mulia. Karena itu, negara perlu hadir memberikan ruang dan dukungan agar kesenian seperti ini terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” katanya.

Adela berharap Festival Banjari Tingkat Nasional dapat menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan generasi muda yang mencintai seni Islami sekaligus memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Dukungan pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan menjadi sinyal penting bahwa pelestarian seni budaya keislaman adalah investasi jangka panjang untuk mempertahankan identitas budaya lokal Indonesia di era global.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda