Dinding musala kini beralih fungsi menjadi papan tulis darurat. Di sana, puluhan siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi berdesakan menyerap ilmu, jauh dari kenyamanan ruang kelas yang seharusnya. Sudah dua tahun berlalu, namun sisa bangunan yang ambruk pada 27 November 2024 itu seolah dibiarkan merana tanpa sentuhan perbaikan berarti.
Peristiwa nahas itu terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Empat ruang kelas dan satu ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) rata dengan tanah dalam sekejap. Kala itu, perhatian publik sedang tersedot pada hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta, hingga kondisi mengenaskan di sekolah dasar ini luput dari radar perbaikan segera.
Dua Tahun dalam Keterbatasan
Evi Afrida, salah satu orang tua siswa, hanya bisa mengelus dada setiap kali mengantar anaknya ke sekolah. Ia menatap sisa puing dan kondisi ruang darurat yang memaksa buah hatinya serta siswa lain belajar di lapangan terbuka. Baginya, menunggu dua tahun tanpa kepastian renovasi total adalah bentuk kelalaian yang menyakitkan.
“Lama banget, padahal sekolahnya ini roboh bukan renovasi lagi. Ini benar-benar roboh, nggak layak banget. Miris lihatnya,” ujar Evi saat ditemui di lokasi, Selasa (25/2). Ekspresi wajahnya menyiratkan kelelahan fisik sekaligus mental karena harus memikirkan nasib pendidikan anaknya di tengah sarana yang hancur.
Sebelum bencana itu terjadi, orang tua siswa mengaku tidak pernah menaruh curiga bahwa bangunan sekolah akan kolaps. Perbaikan yang pernah dilakukan selama ini hanya sebatas perawatan rutin, seperti penggantian genteng dan penggunaan baja ringan.
Tidak ada tanda-tanda kerusakan struktural serius yang sampai membuat gedung ambruk total. Namun, alam bicara lain. Hujan lebat sore itu membuktikan bahwa struktur bangunan yang sudah tua tidak lagi mampu menahan beban.
Belajar di Antara Puing dan Debu
Tanpa adanya gedung kelas, lapangan dan musala menjadi satu-satunya pelarian. Musala yang semestinya menjadi tempat ibadah yang tenang, kini riuh dengan suara guru yang mengajar dan tawa anak-anak yang mencoba fokus di tengah situasi sempit.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.