Kamis, 23 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Cara Mengisi Survei Lingkungan Belajar 2026: Panduan Guru & Kepsek

Cara Mengisi Survei Lingkungan Belajar 2026
Cara Mengisi Survei Lingkungan Belajar 2026: Panduan Guru & Kepsek. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Survey Lingkungan Belajar (Sulingjar) 2026 sudah dibuka sejak 20 Juli 2026 dan berlangsung sampai 17 Agustus 2026. Pengisian survei ini menjadi bagian penting karena hasilnya dipakai sebagai dasar Rapor Pendidikan sekolah.

Artinya, sekolah tidak cukup hanya tahu jadwalnya. Kepala satuan pendidikan dan guru perlu masuk ke sistem, mengisi dengan jujur, lalu memastikan semua instrumen selesai sebelum tenggat berakhir.

Sulingjar 2026: Siapa yang wajib mengisi

Berdasarkan surat edaran Kemendikdasmen, responden Sulingjar 2026 adalah kepala satuan pendidikan, yakni kepala sekolah atau kepala madrasah, serta pendidik atau guru. Pengisian berlaku untuk jenjang PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK.

Karena itu, beban pengisian tidak berhenti di satu orang. Semua guru di sekolah masuk dalam kelompok responden, sedangkan kepala satuan pendidikan juga memiliki instrumen yang harus diisi sesuai perannya.

Kalau ada yang terlambat atau belum masuk sistem, data sekolah ikut tertahan. Dampaknya langsung terasa ke Rapor Pendidikan, yang selama ini menjadi acuan dalam evaluasi mutu sekolah dan penyusunan perencanaan berikutnya.

Cara login Sulingjar 2026 lewat Rapor Pendidikan

Akses pengisian dilakukan melalui laman raporpendidikan.kemdikbud.go.id. Setelah masuk, pengguna memakai akun SSO Dapodik milik sekolah, biasanya dengan NPSN dan kata sandi yang sudah terdaftar.

Setelah login, pilih menu Asesmen Nasional lalu Survei Lingkungan Belajar. Di sana status pengerjaan bisa dicek. Jika sudah aktif, pengisian dapat dilanjutkan sesuai periode yang ditetapkan, yakni 20 Juli sampai 17 Agustus 2026.

Proses ini tampak sederhana, tapi sering macet di bagian akses akun. Lupa password SSO masih jadi masalah umum, sehingga operator sekolah biasanya perlu turun tangan untuk reset akun agar pengisian tidak berhenti di tengah jalan.

9 dimensi yang dinilai dalam Sulingjar 2026

Instrumen Sulingjar 2026 memuat 9 dimensi iklim pembelajaran. Dimensi itu meliputi latar belakang, kualitas pembelajaran, refleksi guru, kepemimpinan kepala sekolah, iklim keamanan, iklim kebinekaan, kesetaraan gender, inklusivitas, serta dukungan dari orang tua dan komite.

Isi pertanyaannya tidak berhenti di permukaan. Ada pertanyaan tentang umpan balik guru, evaluasi diri, dukungan kepala sekolah terhadap pembelajaran guru, sampai apakah sekolah aman dari perundungan dan ramah bagi disabilitas.

Di titik ini, Sulingjar bukan sekadar formalitas. Jawaban yang terkumpul akan menggambarkan situasi nyata sekolah, termasuk suasana belajar, relasi antarwarga sekolah, dan dukungan lingkungan sekitar. Kalau diisi asal bagus, gambarnya jadi kabur. Kalau diisi jujur, sekolah punya bahan yang lebih berguna untuk memperbaiki diri.

Kenapa pengisian harus serius

Kemendikdasmen mengarahkan agar isian dibuat objektif, bukan sekadar aman di kertas. Di dalam panduan yang beredar, responden diminta membaca soal dengan cermat karena pilihan jawaban memakai skala dari Sangat Setuju sampai Sangat Tidak Setuju.

Sekolah juga disarankan berdiskusi dulu dengan tim agar persepsi antarguru lebih selaras. Ini penting, sebab hasil akhir akan digabung dengan AKM dan Survei Karakter untuk masuk ke Rapor Pendidikan. Dari sana, data dipakai sebagai dasar bantuan pemerintah dan perencanaan sekolah.

Bagi sekolah, tenggat 17 Agustus 2026 jadi batas keras. Lewat dari itu, data tidak masuk Rapor Pendidikan. Maka, pengisian tidak bisa ditunda-tunda, apalagi dikerjakan saat jaringan lemah atau hanya mengandalkan ponsel dengan sinyal pas-pasan.

Langkah paling aman tetap sama: masuk lewat laman resmi, cek status aktif, gunakan akun SSO Dapodik yang benar, lalu selesaikan semua instrumen sampai tuntas sebelum periode berakhir.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda