Kamis, 23 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Konten Viral Mengusik Zona Inti Gunung Ciremai

Konten Viral Mengusik Zona Inti Gunung Ciremai
Foto: Bisnis.com

KUNINGAN — zona inti Gunung Ciremai kembali disorot setelah video pendaki turun hingga ke area kawah viral di media sosial. Balai Taman Nasional Gunung Ciremai menegaskan, kawasan itu tertutup untuk pendaki maupun pengunjung.

Larangan itu bukan sekadar aturan di papan pengumuman. Balai TNGC menyebut siapa pun yang masuk ke kawasan kawah tanpa kewenangan dan izin telah melanggar ketentuan pengelolaan kawasan konservasi.

Zona inti Gunung Ciremai bukan jalur wisata

Kepala Balai TNGC Toni Anwar mengatakan kawasan kawah Gunung Ciremai berada dalam kategori area yang tertutup untuk aktivitas wisata dan pendakian. Ia menyoroti masih adanya aktivitas pendakian yang masuk ke area kawah.

“Kami menyampaikan keprihatinan terkait masih adanya aktivitas pendakian yang masuk ke area kawah Gunung Ciremai,” kata Toni, Rabu (22/7/2026).

Pernyataan itu penting karena video yang beredar bisa menimbulkan kesan seolah-olah turun ke kawah adalah bagian dari jalur resmi. Padahal, jalur pendakian yang disiapkan pengelola hanya membawa pendaki sampai titik yang sudah ditetapkan, bukan ke kawasan inti kawah.

Soal ini, Balai TNGC ingin garisnya tegas. Tidak ada ruang abu-abu.

Risiko di kawah jauh lebih besar

Toni menjelaskan, larangan tersebut didasarkan pada keselamatan. Medan di kawasan kawah disebut sangat berbahaya, mulai dari lereng terjal, batuan yang labil, potensi longsor dan guguran batu, sampai kemungkinan munculnya gas beracun akibat aktivitas vulkanik.

Kondisi itu membuat setiap langkah di area kawah punya risiko yang berbeda dari jalur resmi pendakian. Bukan medan yang bisa disepelekan, apalagi hanya demi dokumentasi singkat atau konten media sosial.

Balai TNGC juga menyoroti tidak adanya jalur evakuasi maupun akses pertolongan yang memadai di lokasi itu. Bila terjadi kecelakaan, proses penyelamatan akan jauh lebih sulit dibandingkan di jalur pendakian resmi.

“Perlu kami tegaskan area kawah Gunung Ciremai merupakan zona inti yang dilarang untuk dimasuki oleh pengunjung maupun pendaki,” ujarnya.

Bagi pengelola taman nasional, poin keselamatan ini berdiri sejajar dengan aturan konservasi. Satu pelanggaran kecil bisa berujung panjang. Bisa celaka.

Kenapa viralnya video ini penting

Masalahnya tidak berhenti pada orang yang terekam di video. Balai TNGC khawatir konten semacam itu memunculkan anggapan bahwa turun ke kawah adalah hal yang wajar dan boleh dilakukan selama masih berada di Gunung Ciremai.

Kalau anggapan itu dibiarkan, efek ikutannya bisa terasa ke banyak pendaki lain. Mereka bisa tergoda meniru aksi yang terlihat ekstrem di layar ponsel, lalu mengabaikan SOP pendakian dan batas aman yang sudah ditetapkan pengelola.

Di titik ini, dampaknya jelas ke publik. Pengunjung dan pendaki yang menjadikan media sosial sebagai referensi bisa salah membaca batas kawasan, lalu masuk ke area yang seharusnya tidak disentuh. Risiko kecelakaan naik. Risiko gangguan terhadap kawasan konservasi juga ikut membesar.

Gunung Ciremai sendiri memiliki fungsi konservasi yang harus dijaga dari berbagai bentuk gangguan manusia, termasuk aktivitas di luar jalur resmi. Karena itu, setiap konten yang menampilkan pelanggaran di kawasan terlarang tak bisa dianggap sekadar rekaman perjalanan.

Balai TNGC minta pendaki patuhi jalur resmi

Balai TNGC mengingatkan masyarakat agar tidak meniru aksi yang beredar di media sosial. Dokumentasi yang menampilkan seseorang berada di kawasan terlarang dinilai bisa memicu pelanggaran serupa jika tidak disertai pemahaman soal risiko dan aturan.

Pengelola juga mengimbau seluruh pendaki untuk mematuhi standar operasional prosedur pendakian, menggunakan jalur resmi yang telah ditetapkan, serta tidak keluar dari lintasan pendakian demi mengejar pengalaman maupun konten.

Aktivitas di kawasan kawah hanya dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi dan memperoleh izin untuk kepentingan tertentu, seperti penelitian atau pemantauan. Di luar itu, kawasan tetap tertutup bagi masyarakat umum.

Dengan penegasan ini, Balai TNGC ingin pesan yang tersisa dari video viral justru bukan sensasi, melainkan batas yang tidak boleh dilompati. Pengawasan dan penertiban di jalur pendakian Gunung Ciremai pun diperkirakan akan menjadi sorotan berikutnya.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda