Kamis, 23 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Saronic Bangun Galangan Kapal Drone Port Alpha Senilai Rp47 Triliun

Saronic Bangun Galangan Kapal Drone Port Alpha Senilai Rp47 Triliun
Saronic Bangun Galangan Kapal Drone Port Alpha Senilai Rp47 Triliun. (Ilustrasi: AI)

BROWNSVILLE — Perusahaan teknologi pertahanan Saronic resmi menetapkan Brownsville, Texas, sebagai lokasi pembangunan Port Alpha, sebuah galangan kapal canggih yang dirancang khusus untuk memproduksi armada kapal laut otonom dalam skala industri besar. Proyek ambisius ini diperkirakan menelan investasi swasta sebesar 3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp47,1 triliun dengan asumsi kurs terkini.

Pokok Peristiwa

Konstruksi fasilitas ini dijadwalkan mulai berjalan pada 2026. Saat beroperasi penuh pada 2028, Port Alpha akan mengintegrasikan teknologi manufaktur canggih, robotika, dan pengembangan perangkat lunak di atas lahan seluas 835 hektar.

Lokasi ini dipilih setelah melalui proses seleksi ketat selama satu tahun yang mencakup penilaian infrastruktur, logistik, hingga akses air dalam untuk kebutuhan manufaktur maritim skala besar.

CEO sekaligus salah satu pendiri Saronic, Dino Mavrookas, menyatakan bahwa proyek ini merupakan komitmen perusahaan untuk memperkuat masa depan maritim Amerika. Menurut Mavrookas, kemampuan untuk membangun kembali kapasitas produksi skala besar menjadi kunci strategis.

Konteks

Port Alpha nantinya memiliki kapasitas untuk memproduksi kapal dengan panjang mulai dari 850 kaki hingga lebih dari 1.200 kaki pada tahap ekspansi selanjutnya.

Dampak ekonomi yang dihasilkan dari proyek ini cukup signifikan bagi kawasan setempat. Gubernur Greg Abbott menyebutkan bahwa operasional penuh fasilitas ini berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja langsung dalam satu dekade ke depan.

Nilai ekonomi tahunan dari upah pekerja diperkirakan mencapai 750 juta dolar AS. Secara akumulatif, proyek ini diprediksi memberikan dampak ekonomi regional sebesar 160 miliar dolar AS bagi Cameron County dan 264,5 miliar dolar AS untuk wilayah Texas.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Berbeda dengan galangan kapal tradisional yang fokus pada kapal berawak, Saronic menerapkan pendekatan software-defined manufacturing.

Fasilitas ini akan mendukung produksi kapal otonom seperti lini Marauder, Corsair, dan Mirage dengan kecepatan yang diklaim belum pernah terlihat di industri perkapalan Amerika sejak era Perang Dunia II.

Saronic saat ini tengah menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi dan lembaga teknis lokal untuk menciptakan program magang guna menyiapkan talenta terampil di bidang pengelasan, permesinan, hingga arsitektur angkatan laut.

Meskipun jadwal produksi dan rincian varian kapal yang akan dibuat belum diungkapkan secara mendalam, ekspansi ini melengkapi jaringan produksi Saronic yang sebelumnya telah diperkuat dengan investasi 300 juta dolar AS di fasilitas Franklin, Louisiana. Langkah masif ini menandai pergeseran arah industri pertahanan yang semakin mengandalkan sistem otonom untuk berbagai misi maritim di masa depan.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda