Sassuolo menuntaskan laga uji coba kontra Padova dengan skor meyakinkan 3-1 di Ronzone, Trento. Alberto Aquilani menurunkan komposisi pemain yang membuat lini pertahanan lawan kocar-kacir sejak peluit awal berbunyi. Pertandingan pramusim ini bukan sekadar simulasi, melainkan pembuktian taktik sang pelatih baru.
Armand Lauriente langsung menjadi mimpi buruk bagi barisan bek Padova. Baru enam menit laga berjalan, ia sudah memecah kebuntuan.
Bergerak liar dari sisi kiri, Lauriente melakukan cut-inside tipikal pemain sayap modern sebelum melesakkan tembakan melengkung yang bersarang telak di sudut gawang kiper Sorrentino. Sorak sorai pendukung yang hadir di pinggir lapangan Ronzone menyambut gol pembuka tersebut.
Belum sempat Padova bernapas lega, jala gawang mereka kembali koyak. Hanya berselang satu menit, tepatnya menit ke-7, skema serangan balik cepat Sassuolo membuahkan hasil instan.
Ciervo melepaskan umpan terukur yang membelah pertahanan lawan, dan Lauriente dengan tenang menyambar bola ke sudut atas gawang. Skor berubah 2-0 begitu cepat. Keunggulan dua gol dalam waktu singkat membuat tempo permainan sedikit mengendur namun tetap dalam kendali penuh tim asuhan Aquilani.
Respon Padova dan Ketajaman Sassuolo
Padova sadar mereka tidak bisa terus ditekan. Tim asuhan Antonio Calabro mulai berani keluar dari area pertahanan sendiri. Pada menit ke-22, usaha mereka akhirnya membuahkan hasil. Zanimacchia, yang beroperasi di sisi sayap, mengirimkan umpan silang akurat yang disambut sundulan tajam Bortolussi.
Bola melambung melampaui jangkauan kiper Muric. Kedudukan 1-2 memberikan harapan bagi Padova untuk bangkit.
Memasuki sisa waktu babak pertama, tensi meningkat. Lasagna dan Capelli berulang kali mencoba menguji barisan belakang Sassuolo. Namun, disiplin posisi pemain belakang Sassuolo membuat serangan tersebut sering buntu. Hingga wasit meniup peluit tanda turun minum, skor tipis tetap bertahan.
Pertarungan di lini tengah berlangsung sengit, di mana perebutan bola menjadi menu utama sebelum memasuki ruang ganti.
Babak kedua dimulai dengan perubahan strategi dari kubu Padova. Calabro menarik keluar Lasagna dan memasukkan Di Mariano. Harapannya jelas, penyegaran di lini serang untuk mencuri gol penyeimbang. Tapi, rencana itu justru berantakan di tengah jalan karena Sassuolo lebih disiplin dalam transisi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.