BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal dengan meluncurkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini dirancang sebagai wadah terintegrasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendorong hilirisasi produk berbasis komoditas unggulan daerah.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan bahwa koperasi tersebut akan menjadi pusat koordinasi yang mengelompokkan UMKM ke dalam klaster-klaster komoditas spesifik.
Langkah ini bertujuan mengakhiri fenomena di mana banyak pelaku usaha menghasilkan produk serupa dengan merek berbeda, namun lemah dalam jaringan distribusi dan pemasaran.
Melalui KDKMP, para pelaku usaha mendapatkan dukungan pendampingan, penguatan merek, hingga manajemen rantai pasok yang lebih efisien.
Integrasi di bawah naungan koperasi diharapkan mampu memangkas rantai distribusi kebutuhan pokok, sehingga harga di tingkat konsumen lebih stabil dan mendekati harga eceran tertinggi (HET).
Proyeksi pemerintah daerah menunjukkan inisiatif ini berpotensi menambah perputaran uang di tingkat desa hingga Rp40 triliun sampai Rp50 triliun.
Saat ini, basis UMKM di Lampung mencapai sekitar 484 ribu unit, dengan dominasi 134 ribu usaha di sektor akomodasi, makanan, dan minuman, serta 112 ribu unit di sektor industri pengolahan.
Sinergi Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Pengembangan ekonomi berbasis UMKM juga menjadi perhatian dalam lingkup nasional melalui kegiatan seperti Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara (KBN) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center pada 21–25 Juli 2026. Acara tersebut mempertemukan ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah untuk memperluas akses pasar di luar wilayah asal mereka.
Kakorlantas Polri Irjen Wibowo, yang turut meninjau partisipasi Bhayangkari Korlantas Polri dalam bazar tersebut pada Rabu (22/7/2026), menekankan pentingnya wadah strategis untuk memperkenalkan produk lokal.
Menurutnya, promosi di level nasional menjadi ruang krusial bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah ekonomi.
Senada dengan itu, Ketua Umum Seruni Kabinet Merah Putih, Selvi Gibran Rakabuming, dalam pembukaan bazar, menegaskan bahwa pendampingan yang terstruktur mampu membuat pelaku usaha kecil menjadi lebih berdaya dan adaptif terhadap perkembangan pasar.
Bagi pelaku UMKM di Lampung, kehadiran KDKMP menawarkan peluang untuk memperkuat posisi tawar di pasar lokal sebelum menjangkau pasar yang lebih luas seperti melalui pameran nasional. Integrasi yang dilakukan pemerintah provinsi ini diproyeksikan tidak hanya mempercepat arus barang, tetapi juga memperkuat struktur koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Lampung kini bersiap mempercepat implementasi KDKMP di seluruh wilayah untuk memastikan setiap komoditas unggulan dari desa dapat terakomodasi dalam rantai pasok yang lebih sehat dan berdaya saing tinggi. Langkah selanjutnya akan difokuskan pada pelatihan intensif bagi pengelola koperasi untuk menjamin tata kelola yang transparan dan profesional di lapangan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.