Jumat, 24 Juli 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Surya Paloh Soroti Pemerintah: Kalau Sudah Tak Mau Dikoreksi, Gawat

Surya Paloh Soroti Pemerintah
Surya Paloh Soroti Pemerintah: Kalau Sudah Tak Mau Dikoreksi, Gawat

JAKARTA — Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengingatkan pemerintah agar tetap terbuka menerima kritik dan koreksi. Jika tidak, Paloh memperingatkan situasi akan menjadi gawat bagi perjalanan pemerintahan.

Pernyataan itu disampaikan Paloh saat memberikan penjelasan soal posisi NasDem sebagai bagian dari koalisi pemerintah. Ia mengakui partainya memiliki kewajibannya untuk tetap loyal, namun loyalitas itu tidak berarti menutup mata terhadap kebijakan yang perlu diperbaiki.

“Memang seluruh kebijakan pemerintah, di mana Partai NasDem ini adalah bagian dari partai koalisi, ya memang harus loyal di situ,” ujar Paloh kepada wartawan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (22/7/2026).

Lantas apa bedanya loyalitas dengan ketidakpercayaan? Menurut Paloh, loyalitas bukan berarti diam saja. Partainya memiliki sejumlah pemikiran dan masukan untuk pemerintah. Namun, cara penyampaiannya yang menjadi kunci — tidak melalui konsumsi publik, melainkan langsung dari hati ke hati.

“Ada pemikiran-pemikiran barangkali yang perlu kita sumbangkan, yang mungkin saja belum berarti sepenuhnya pas dan tepat dengan apa yang berjalan sebagaimana yang kita pahami. Tetapi saya lebih memilih menempatkan ide, pemikiran, saran, dan pandangan saya secara person-to-person untuk melakukan koreksi jika diperlukan,” jelasnya.

Harapan pada Pemerintah Tetap Mendengar

Pernyataan Paloh sebenarnya menyiratkan kekhawatiran. Jika pemerintah masih bersedia mendengarkan masukan dan melakukan perbaikan, maka perjalanannya masih berada di jalur yang benar (on the right track). Sebaliknya, jika pemerintah menutup diri terhadap koreksi, itulah situasi berbahaya.

“Apa pun itu, saya masih menaruh harapan sepanjang koreksi itu terus-menerus dilakukan. Kita berjalan ke arah on the right track. Namun, kalau kita sudah tidak mau lagi dikoreksi dan tidak mau ada perbaikan, nah itu baru gawat,” tegas Paloh.

Pernyataan Paloh ini disampaikan saat acara penutupan Kongres II dan HUT ke-15 Garda Pemuda NasDem di lokasi yang sama. Momen tersebut dipilih Paloh untuk memperjelas sikap partainya di tengah berbagai perbincangan tentang dinamika koalisi pemerintah saat ini.

Sebagai partai pendukung dalam koalisi Prabowo Subianto, NasDem memang memiliki posisi yang unik. Di satu sisi, mereka harus menjaga loyalitas dan solidaritas sebagai bagian dari pemerintahan. Di sisi lain, sebagai partai yang memiliki basis massa dan visi sendiri, NasDem juga perlu menjaga kredibilitas dengan terus memberikan masukan demi perbaikan kebijakan yang berdampak pada rakyat.

Pesan Paloh pada dasarnya sederhana: leadership yang sehat adalah leadership yang mau dikoreksi. Tanpa mekanisme feedback dan perbaikan terus-menerus, setiap kebijakan akan berpotensi meleset dari target. Dalam konteks pemerintahan, hal itu bisa berakibat jauh lebih serius daripada sekadar kerugian ekonomi — bisa menjadi kehilangan kepercayaan publik secara menyeluruh.

Kritik dan saran dari mitra koalisi seperti NasDem adalah bagian dari sistem check and balance yang seharusnya ada. Paloh mengingatkan bahwa mekanisme itu tetap harus berjalan, meski dilakukan dengan cara yang tertib dan profesional — bukan untuk show atau konsumsi media, melainkan substansi murni untuk perbaikan.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda