Jumat, 24 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Ayu Azhari Masih Aktif, Pemeran Intana Putri Duyung 2001

Ayu Azhari masih aktif di dunia hiburan
Ayu Azhari, pemeran Intana di Putri Duyung, masih aktif berkarya di dunia hiburan. (Ilustrasi: AI)

Bagi penonton televisi era 2000-an, sosok Intana dalam sinetron Putri Duyung adalah kenangan yang tak lekang oleh waktu. Ayu Azhari, sang pemeran utama, sukses membius publik lewat aktingnya di sinetron fantasi tersebut. Wajahnya yang menghiasi layar kaca tiap pekan pada 2001 silam meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang.

Kini, dua dekade lebih sudah berlalu. Namun, nama Ayu Azhari tak lantas hilang tertelan zaman. Ia justru membuktikan konsistensinya dengan tetap bertahan di industri hiburan yang persaingannya makin keras. Di usia 56 tahun, ia masih hilir mudik di lokasi syuting dan terlibat dalam berbagai proyek layar lebar.

Eksistensi di Panggung Akting

Salah satu bukti nyata ia belum gantung sepatu adalah keterlibatannya dalam film Suamiku Lukaku. Dalam film tersebut, Ayu beradu peran dengan aktris muda Acha Septriasa. Kehadiran Ayu di film ini seolah menjadi pesan bahwa ia tak hanya hidup dari memori masa lalu. Ia masih mampu menyejajarkan diri dengan bintang-bintang lintas generasi.

Bekerja di lokasi syuting sudah menjadi napas kesehariannya sejak puluhan tahun lalu. Baginya, berakting bukan sekadar urusan mencari peran, tapi bagaimana ia terus mengasah kemampuan di depan kamera. Tidak banyak aktor yang mampu menjaga relevansi karier sepanjang itu. Ayu salah satu dari sedikit nama yang berhasil melakukannya dengan cukup tenang.

Dunia hiburan Indonesia punya kejamnya sendiri. Industri seringkali lupa pada wajah-wajah lama begitu tren baru muncul. Tapi Ayu memilih untuk tidak membiarkan kariernya berhenti di titik nostalgia. Ia justru aktif menjemput tantangan baru, bertemu rekan kerja yang jauh lebih muda, dan beradaptasi dengan pola produksi film yang makin canggih.

Multitalenta di Luar Layar

Jika kita mengintip akun media sosialnya, Ayu melabeli diri dengan sederet peran: actress, activist, performer, entertainer, entrepreneur, hingga happy mama. label ini bukan sekadar pajangan. Ia memang nyata menjalankan semua fungsi tersebut. Sisi aktivisnya sering muncul ketika ia membahas isu sosial dan budaya, baik melalui unggahan foto maupun kolom keterangan di Instagram.

Menjadi seorang pengusaha dan ibu dari anak-anaknya juga memakan porsi waktu yang tak sedikit. Ia sering membagikan potret hangat kebersamaan dengan keluarganya di sela-sela jadwal syuting yang padat. Bagi pengikutnya, konten-konten ini memberikan sisi lain dari sosok Ayu yang dulu kita kenal sebagai ratu sinetron. Ia kini lebih manusiawi, lebih terbuka, dan tentu saja, lebih dewasa.

Kehadirannya di ruang digital sebenarnya adalah strategi alami. Tanpa perlu dipaksakan, ia menghubungkan penonton lama yang kangen dengan aktingnya, sekaligus merangkul penonton baru yang mungkin mengenal namanya dari potongan klip sinetron lawas yang beredar di TikTok atau Instagram. Ia tak butuh trik sensasi murahan untuk tetap dibicarakan orang.

Banyak penggemar mungkin masih terbayang sosok Intana yang lembut dan penuh teka-teki. Namun, melihat Ayu Azhari hari ini, kita sadar bahwa pesona itu sebenarnya bersumber dari dedikasinya terhadap profesi. Tidak ada rahasia besar di balik eksistensinya yang masih terjaga. Ia hanya terus bekerja.

Saat ditanya mengenai rahasia tetap produktif, Ayu sering menegaskan bahwa mencintai apa yang ia kerjakan adalah kunci utama. Tidak ada beban untuk bersaing dengan siapa pun. Baginya, setiap peran adalah kesempatan baru untuk tumbuh.

Selama kamera masih menyala dan naskah masih di tangan, ia merasa perjalanan kariernya belum sampai pada titik akhir. Dan sampai hari ini, kamera-kamera itu masih setia menyorot wajahnya.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda