Jumat, 24 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Keamanan akun Namecheap Dipersoalkan usai Password Diubah

Keamanan akun Namecheap saat akses akun domain berubah
Ilustrasi keamanan akun Namecheap dan risiko pengambilalihan domain. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Keamanan akun Namecheap dipersoalkan setelah seorang pengguna mengaku password dan alamat email di akunnya diubah hanya karena ada pihak ketiga yang menelepon dukungan pelanggan. Dalam pengakuan yang beredar, perubahan itu terjadi tanpa verifikasi atau validasi yang memadai.

Kisah ini langsung menyorot satu hal yang sangat sensitif bagi pemilik domain: akses bisa berpindah hanya lewat percakapan telepon. Pengguna itu menyebut pihak yang menelepon adalah pemimpin klub kampus baru yang ngotot meminta akses ke domain yang sebenarnya terdaftar atas nama dan alamat dirinya.

Perubahan akun terjadi setelah telepon ke dukungan Namecheap

Menurut sumber yang dibagikan, pemimpin klub tersebut akhirnya berhasil meyakinkan tim dukungan Namecheap bahwa domain itu milik klubnya. Setelah itu, Namecheap disebut mengganti password dan email yang terhubung ke akun. Semua itu terjadi, kata pengakuan tersebut, “just because someone simply asked nicely on a phone call.”

Pernyataan itu membuat masalahnya terasa lebih besar daripada sekadar salah paham administratif. Nama, alamat, dan kepemilikan domain tampaknya belum cukup menjadi penghalang ketika pihak ketiga mengajukan permintaan yang meyakinkan. Di sisi lain, sumber yang sama menyebut Namecheap sebenarnya sempat mampu menelepon balik untuk memverifikasi tiket dukungan awalnya.

Kontrasnya ada di situ. Saat nama pemilik asli perlu diverifikasi, Namecheap bisa menghubungi langsung. Tapi ketika ada orang lain datang dengan klaim akses, verifikasi itu justru tampak longgar.

Risiko besar bagi pemilik domain dan organisasi kecil

Sumber itu menolak menyebut kejadian ini sekadar social engineering. “I’d hesitate to even call this social engineering. It’s clearly a massive vulnerability,” begitu kutipannya. Ia juga mengatakan telah memindahkan “a dozen” domain paling kritisnya dari Namecheap setelah melihat betapa mudahnya sebuah akun diambil alih oleh pihak ketiga.

Di titik ini, isu yang muncul bukan cuma soal satu akun pribadi. Klub mahasiswa, komunitas, organisasi kecil, sampai usaha yang menyimpan domain penting di satu registrar bisa terkena dampaknya. Kalau akses bisa berubah hanya karena telepon, maka siapa pun yang punya kepentingan atas domain perlu menata ulang cara mereka menyimpan kontrol, histori kepemilikan, dan kanal pemulihan akun.

Soalnya, bagi banyak organisasi, domain bukan sekadar alamat situs. Domain dipakai untuk email resmi, halaman pendaftaran, dan identitas digital yang jadi pintu masuk komunikasi. Begitu akses registrasi bergeser, semua layanan itu ikut goyah.

Cloudflare, Google, dan pilihan memisahkan layanan penting

Dalam percakapan yang sama, beberapa pengguna menyinggung registrar dan penyedia infrastruktur lain. Cloudflare disebut membatasi perubahan nameserver untuk domain yang didaftarkan lewat mereka, sementara Google dikatakan sudah menjual bisnis domain ke Squarespace. Ada juga yang menilai registrar domain bukan layanan inti bagi banyak perusahaan, sehingga kebijakannya bisa berubah sewaktu-waktu.

Karena itu, muncul saran untuk memisahkan layanan domain dari hosting atau infrastruktur lain. Jika keduanya berada pada satu penyedia, satu masalah akun bisa memutus kemampuan mengarahkan domain ke host lain. Jika domain dan hosting dipisah, pemilik situs masih punya ruang bergerak saat ada gangguan.

Pengguna lain juga menyinggung risiko ketergantungan pada satu penyedia. Kalau registrar dan infrastruktur DNS berada dalam satu atap, satu gangguan layanan dapat menjadi satu titik kegagalan. Bagi bisnis yang hidup dari kehadiran daring, jeda kecil saja sudah terasa mahal.

Perdebatan soal dukungan pelanggan dan reputasi registrar

Sejumlah komentar dalam bahan sumber menilai sikap longgar Namecheap sudah berlangsung lama, bahkan sebelum isu kepemilikan perusahaan dibawa-bawa. Ada pula yang mengingatkan bahwa tidak semua pengalaman pelanggan buruk, dan sebagian orang tetap puas memakai layanan registrar itu dalam jangka panjang.

Tapi perdebatan utamanya tetap sama: seberapa kuat sebuah registrar menjaga akun saat ada permintaan dari orang yang bukan pemilik sah. Pengalaman pengguna ini menunjukkan bahwa pertanyaan itu belum punya jawaban yang meyakinkan.

Di bagian lain, ada pula yang menyebut domain privacy protection tersedia gratis untuk domain yang valid di Namecheap. Namun, dari bahan yang sama tidak ada keterangan apakah fitur itu aktif pada domain yang dipersoalkan. Jika aktif, kata komentar tersebut, email pemilik mungkin tidak terlihat oleh pihak lain untuk memulai reset kata sandi.

Hingga akhir bahan sumber, pengguna itu masih menegaskan ketidaknyamanannya terhadap cara Namecheap menangani akses akun. Satu telepon, satu permintaan, lalu akun berubah. Dan di dunia domain, itu sudah cukup untuk bikin orang berpikir ulang sebelum menaruh aset digital paling penting di satu registrar saja.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda