Jumat, 24 Juli 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Polisi Selidiki Penyebab Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru

Polisi Selidiki Penyebab Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru
Foto: CNN Indonesia Politik

Kepulan asap hitam sempat membubung tinggi di langit kawasan galangan kapal PT Proskuneo, Muara Baru, Jakarta Utara, Rabu (22/7) malam. Kapal KN SAR Ramawijaya milik Kantor SAR Mentawai yang tengah menjalani perawatan rutin tiba-tiba dilahap si jago merah.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun penyelidikan intensif kini dijalankan oleh Direktorat Polairud Polda Metro Jaya untuk mengungkap akar penyebab musibah tersebut.

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Metro Jaya, AKBP Ardhie Demastyo, menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan kebakaran. Lokasi kejadian kini sudah dipasangi garis polisi untuk menjaga integritas bukti-bukti di lapangan. Tim penyidik tidak ingin gegabah.

Fokus utama mereka adalah memastikan apakah insiden ini murni kecelakaan kerja atau ada unsur kelalaian fatal yang melanggar hukum.

Dugaan Percikan Api Las

Titik api ditengarai muncul dari bagian kamar anak buah kapal (ABK) yang terletak di sisi lambung kiri kapal. Keterangan sementara yang dihimpun kepolisian mengarah pada aktivitas perbaikan yang sedang berlangsung di area tersebut. Sekitar pukul 19.00 WIB, seorang pekerja bernama Eko melihat percikan api yang tak terduga saat ia tengah sibuk melakukan penyambungan plat kapal atau replating.

Ruangan itu memang bukan area kosong. Saat kejadian, terdapat tumpukan peralatan kerja seperti mesin las dan gerinda yang digunakan untuk kebutuhan perbaikan. Pekerjaan ini sendiri dilakukan berdasarkan surat perintah kerja (SPK) resmi dari pihak pengelola galangan.

Kini, polisi sedang membedah prosedur standar operasional (SOP) pengerjaan di galangan tersebut. Mereka ingin tahu apakah protokol keselamatan kerja sudah benar-benar dijalankan atau hanya formalitas di atas kertas.

Nama Feri, sang mandor pekerjaan, sempat mencuat. Namun, ia mengaku sedang tidak berada di lokasi saat api mulai menjalar karena harus mengirim material ke kawasan Tanjung Priok. Meski demikian, penyidik tetap tidak memberikan celah.

Mereka memastikan akan memanggil semua pihak yang terlibat dalam proyek perbaikan ini. Tidak ada ruang untuk saling lempar tanggung jawab, apalagi aset negara yang menjadi taruhannya.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda