Jumat, 24 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Populer: Savoria Bantah Beli Bango, Danantara Akuisisi 4 MI BUMN, AUM Rp 170 T

Populer: Savoria Bantah Beli Bango, Danantara Akuisisi 4 MI BUMN, AUM Rp 170 T
Foto: katadata.co.id

JAKARTA — Sektor korporasi mencatatkan dinamika signifikan sepanjang pekan ini dengan dua isu utama yang menyita perhatian pelaku pasar. Savoria Group secara resmi menepis kabar mengenai rencana akuisisi merek Kecap Bango milik PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), sementara PT Danantara Asset Management (DAM) resmi mengambil alih kendali atas empat perusahaan manajer investasi pelat merah.

Corporate Communications Savoria Group, Ryne Anggia, menegaskan bahwa perusahaan tidak memiliki agenda terkait ekspansi melalui akuisisi merek tersebut. Pihaknya menyatakan, fokus Savoria saat ini tetap pada pertumbuhan organik dalam industri fast-moving consumer goods (FMCG). Sebagai bagian dari Djarum Group, Savoria justru tengah memprioritaskan investasi sektor peternakan.

Melalui PT Global Dairi Bersama, mereka sedang membangun peternakan sapi perah terpadu di Brebes, Jawa Tengah. Proyek seluas 710 hektare tersebut ditargetkan menampung 30.000 ekor sapi perah dengan proyeksi produksi 180.000 ton susu segar per tahun. Langkah ini diproyeksikan memberikan kontribusi 18 persen terhadap total produksi susu segar nasional.

Danantara Perkuat Industri Manajemen Investasi

Di sisi lain, PT Danantara Asset Management (DAM) merampungkan penandatanganan Share Purchase Agreement (SPA) pada 22 Juli 2026 untuk menguasai saham PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT BNI Asset Management, dan PT PNM Investment Management. Pengalihan saham ini menandai babak baru bagi keempat manajer investasi BUMN tersebut yang kini berada di bawah naungan Danantara.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyebut langkah ini sebagai upaya strategis untuk membangun kekuatan baru dalam industri manajemen investasi di tanah air.

Dengan konsolidasi ini, keempat entitas tersebut mencatatkan total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) lebih dari Rp 170 triliun per Juni 2026.

Ke depan, DAM berencana menggabungkan keempat perusahaan tersebut menjadi satu entitas besar guna meningkatkan efisiensi dan akses investasi bagi masyarakat.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, proses pelepasan saham ini dilakukan oleh bank induk, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Mandiri Sekuritas telah melepas seluruh kepemilikan di Mandiri Manajemen Investasi, sementara BNI Sekuritas mengalihkan 39,96 juta saham BNI Asset Management kepada pihak Danantara.

Setelah transaksi rampung, seluruh perusahaan manajer investasi tersebut tidak lagi menjadi bagian dari struktur grup bank asal mereka masing-masing.

Integrasi ini menjadi krusial dalam memperluas cakupan layanan investasi, baik bagi investor ritel maupun institusi.

Dengan AUM kolektif sebesar Rp 170 triliun yang terdiri dari kontribusi BRI MI sebesar Rp 52,61 triliun, BNI AM dengan Rp 29,59 triliun, serta PNM IM sebesar Rp 10,31 triliun, konsolidasi ini diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan jumlah investor domestik yang saat ini telah melampaui angka 20 juta Single Investor Identification (SID).

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda