BATAM — Harapan besar publik basket tanah air untuk melihat kiprah gemilang Timnas Basket Putri Indonesia di ajang FIBA 3×3 Women’s Series Batam 2026 harus berakhir lebih cepat. Berlaga di Alun-Alun Engku Putri pada Kamis (23/7), skuad yang dihuni oleh Diva Intan Nur Fadillah, Thasya Hery Saputera, Lidwina Ruth Riratri Dwi Saputri, dan Ayu Sriartha gagal meloloskan diri dari babak penyisihan grup.
Pokok Peristiwa
Performa Srikandi Merah Putih dalam turnamen ini dinilai masih jauh di bawah standar kompetisi internasional. Pada partai pembuka, mereka tak mampu meredam dominasi wakil Mongolia, Ulaanbaatar Amazons, dan harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 12-21.
Harapan untuk bangkit pada pertandingan kedua pun sirna setelah Ayu Sriartha dan kolega kembali menelan kekalahan dengan skor 10-19 dari Thailand.
Hasil minor ini menjadi pengulangan dari catatan kelam timnas putri tahun sebelumnya. Saat Indonesia menjadi tuan rumah FIBA 3×3 Women’s Series di Jakarta pada 2025, tim serupa juga gagal memberikan perlawanan berarti.
Kala itu, mereka dipaksa tunduk secara telak dengan skor 5-21 saat bersua Australia dan takluk 8-21 saat menghadapi Filipina. Kegagalan beruntun ini menyoroti perlunya pembenahan fundamental pada sistem pengembangan dan taktik timnas basket 3×3 putri kita.
Konteks
Terlepas dari hasil mengecewakan di Batam, fokus pembinaan basket putri Indonesia kini mulai bergeser ke agenda yang lebih besar. Skuad ini tengah dipersiapkan sebagai bagian dari proyeksi jangka panjang untuk menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya.
Pengalaman menghadapi kerasnya persaingan di level Women’s Series diharapkan menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat kolektivitas dan efisiensi tim di bawah tekanan internasional yang lebih tinggi.
Di sisi lain, sektor olahraga nasional memang sedang berada dalam fase sibuk di akhir Juli 2026 ini. Selain basket, sorotan publik juga tertuju pada persiapan Timnas Sepak Bola Indonesia yang tengah menjalani pemusatan latihan di Bali jelang Piala AFF 2026.
Dampak dan Langkah Berikutnya
Pelatih John Herdman kini tengah memantau ketat peta kekuatan lawan di Grup A, seperti Vietnam dan Kamboja, yang mulai memperkuat diri dengan deretan pemain naturalisasi.
Bahkan Timor Leste, lawan kedua Indonesia, telah memanggil enam pemain berbasis Eropa termasuk Claudio Osorio untuk melengkapi skuad mereka.
Untuk tim basket putri, kegagalan di Batam menjadi tamparan nyata bahwa persaingan di level Asia kian kompetitif. Evaluasi total atas pola build-up dan transisi permainan mutlak dilakukan.
Ke depan, konsistensi dalam rotasi pemain dan penguatan fisik di area kunci akan menjadi kunci utama jika ingin berbicara banyak di kancah Asian Games mendatang. Publik tentu menantikan respons taktis dari jajaran pelatih setelah rentetan hasil di bawah ekspektasi ini.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.