Sabtu, 25 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Bali Jadi Alternatif Aman: Indonesia Tarik Investor Timur Tengah

Bali Jadi Alternatif Aman
Bali Jadi Alternatif Aman

Investor dari Timur Tengah kini secara terang-terangan melirik Bali sebagai pelabuhan baru untuk mengamankan aset dan keluarga mereka. Bukan sekadar wacana, minat ini datang langsung ke meja Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Pandjaitan. Mereka ingin hengkang dari gejolak di tanah kelahiran dan mencari kedamaian di Pulau Dewata.

Luhut menceritakan ketertarikan tersebut dalam sebuah wawancara eksklusif di sela-sela Forum Nusa Dua pada 17 Juli lalu. Di usianya yang ke-78, pria yang dikenal sebagai figur sentral dalam kebijakan ekonomi Indonesia ini menangkap sinyal jelas. Para pemodal besar tersebut merasa tidak nyaman dengan situasi geopolitik yang kian tak menentu di kawasan asal mereka.

“Mereka bilang ingin pindah asetnya, ingin sekali tinggalkan tempat itu dan hidup di Bali karena Bali sangat damai,” ujar Luhut. Kalimat itu bukan sekadar obrolan ringan di pinggir pantai. Ada keresahan nyata di balik keinginan mereka.

Luhut bahkan menyinggung tentang ingatan visual yang membekas, seperti kilatan drone kamikaze yang sempat mewarnai langit Abu Dhabi. Pemandangan mengerikan itu menjadi pengingat pahit bagi para orang kaya di Timur Tengah bahwa harta mereka tak lagi aman di sana.

Bali Bukan Sekadar Tempat Liburan

Indonesia kini mencoba memainkan peran baru. Selama ini, dunia mengenal Bali sebagai surga wisata dengan barisan pantai dan villa mewah. Pemerintah ingin menambah narasi tersebut dengan citra sebagai pusat finansial yang stabil.

Langkah ini dianggap strategis untuk menyerap modal asing yang sedang “kedinginan” mencari tempat bernaung. Ketika banyak negara maju sedang berkutat dengan inflasi dan ketidakpastian politik, Bali menawarkan sesuatu yang langka: ketenangan.

Luhut memandang konflik di Timur Tengah sebagai sesuatu yang berkepanjangan. Dia cukup pesimistis kondisi itu akan reda dalam hitungan bulan, bahkan tahun. Analisis tajam ini pula yang mendasari mengapa Indonesia mesti bergerak cepat.

Jika pintu investasi dibuka lebar dengan regulasi yang ramah, aliran modal dipastikan masuk ke Indonesia. Hal ini menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil, terutama setelah fluktuasi kepercayaan investor sepanjang tahun 2024.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda