Aspirasi Pekerja Telkom Terpenuhi
Ketua Umum Sekar Telkom, Nasri, mengungkapkan lega dengan pencapaian ini. Selama berbulan-bulan, serikat pekerja memperjuangkan satu hal sederhana namun fundamental: kepastian status sebagai karyawan BUMN. Aspirasi itu kini mendapat respons konkret dari pemegang otoritas.
“Kami ingin mendapatkan kepastian atas status kami sebagai karyawan BUMN. Alhamdulillah, hari ini sudah ada beberapa solusi, dan ke depan tahapan pelaksanaannya akan dibahas lebih lanjut secara bertahap bersama BUMN dan Danantara,” kata Nasri.
Apresiasi Nasri kepada Dasco dan pimpinan Komisi VI menunjukkan bahwa dialog tripartit—meskipun melelahkan—menghasilkan terobosan nyata. Bagi ribuan pekerja Telkom yang cemas, kesepakatan ini menghilangkan bayangan PHK massal yang sempat mengganggu stabilitas finansial keluarga mereka.
Transformasi Strategis dengan Wajah Kemanusiaan
Streamlining Telkom Group bukan sekadar urusan internal korporat. Sebagai BUMN telekomunikasi terbesar Indonesia, keputusan Telkom menyentuh ekonomi lokal, khususnya di kota-kota tempat Telkom beroperasi.
Dengan menjamin tidak ada PHK, pemerintah dan Telkom memilih transformasi yang tetap menjaga daya beli konsumen internal—karyawan dan keluarganya—sambil memperkuat posisi perusahaan sebagai strategic holding digital yang kompetitif.
Dasco menegaskan upaya DPR mencerminkan komitmen legislatif untuk memastikan kebijakan transformasi ekonomi mempertimbangkan dimensi sosial dan kemanusiaan. “Melalui dialog ini, DPR RI berupaya memastikan kebijakan streamlining Telkom Group tetap memberikan kepastian bagi pekerja sekaligus mendukung proses transformasi perusahaan,” katanya menutup pertemuan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.