JAKARTA — Bayern Munich menghadapi hambatan serius dalam upaya perampingan skuad menjelang musim baru. Raksasa Bundesliga ini berniat melepas tiga pemain mereka yang bergaji tinggi, yakni Joao Palhinha, Sacha Boey, dan Bryan Zaragoza, namun proses negosiasi hingga kini masih tersendat.
Situasi Joao Palhinha menjadi yang paling kompleks. Gelandang berusia 31 tahun itu sempat direkrut dengan banderol 51 juta euro dan kini Bayern Munich mematok harga jual di angka 25 hingga 30 juta euro.
Meski klub-klub asal Arab Saudi dan Turki menyatakan minat, Palhinha menolak tawaran tersebut karena alasan keluarga. Dia ingin menetap di lokasi yang memungkinkannya rutin bertemu kedua anaknya yang tinggal di Portugal.
Aston Villa kini muncul sebagai peminat yang paling realistis. Dengan sumber daya finansial pascapenjualan Morgan Rogers ke Chelsea, klub Inggris tersebut memiliki kapasitas untuk memenuhi tuntutan gaji dan biaya transfer sang pemain. Opsi kepindahan ke klub top Lisbon, Sporting atau Benfica, saat ini terganjal masalah pendanaan dari pihak peminat.
Tantangan Sacha Boey dan Bryan Zaragoza
Di sisi lain, bek kanan Sacha Boey juga menghadapi jalan buntu. Galatasaray, yang meminjam pemain berusia 25 tahun itu musim lalu, enggan mengaktifkan opsi pembelian permanen sebesar 15 juta euro.
Bayern Munich tetap teguh pada pendirian untuk tidak menurunkan harga, sebuah keputusan yang kabarnya membuat klub-klub Premier League yang sempat memantau situasi Boey memilih untuk mundur. Saat ini, beberapa klub dari Ligue 1 Prancis dilaporkan masih memantau perkembangan sang pemain.
Masalah berbeda dialami winger Bryan Zaragoza. Pemain berusia 24 tahun itu memiliki keinginan kuat untuk kembali berkarier di Spanyol, dengan Espanyol, Malaga, dan Sevilla disebut sebagai destinasi potensial.
Kendala utama Zaragoza bukan terletak pada nilai transfer, melainkan beban gaji yang tinggi. Zaragoza saat ini menerima sekitar empat juta euro per tahun di Munich, angka yang sulit dipenuhi oleh klub-klub peminat di tanah kelahirannya.
Laporan dari Bild menyoroti betapa sulitnya posisi manajemen Bayern Munich untuk melepas ketiga pemain tersebut. Secara kontraktual, beban operasional klub cukup besar mengingat Palhinha dan Boey terikat kontrak hingga 2028, sementara Zaragoza memiliki ikatan kerja hingga 2029.
Saat ini, Palhinha dan Boey sudah mengikuti latihan reguler tim pada Senin sebagai bagian dari persiapan pramusim, sementara Zaragoza masih fokus menjalani pemulihan dari radang lutut yang dialaminya.
Bagi pendukung sepak bola, dinamika ini memberikan gambaran nyata mengenai sulitnya melepas pemain dengan standar gaji tinggi di bursa transfer Eropa saat ini. Kegagalan klub untuk segera mencapai kesepakatan dapat berdampak pada fleksibilitas keuangan Bayern Munich dalam memburu target pemain baru di bursa transfer musim panas.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.