Kaesang Pangarep membuat langkah mengejutkan di Solo. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu resmi menyatakan bakal maju sebagai calon anggota legislatif DPR RI pada Pemilu 2029 mendatang. Keputusan besar ini ia sampaikan langsung di hadapan kader dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Solo, Sabtu (25/7/2026).
Awalnya, kedatangan putra bungsu Presiden ke-7 RI itu ke Kota Bengawan hanya untuk agenda olahraga. Kaesang berencana menemui suporter klub sepak bola Persis Solo. Namun, jadwal yang kebetulan beririsan dengan kegiatan partai membuatnya sekalian membuka kartu politiknya.
“Saya sebenarnya ke Solo tuh rencananya tadi hanya untuk Persis Solo, tapi memang ngepasi ada rakorda-nya DPD Kota Solo. Ya wis, pisan ngumumke kalau bakal jadi caleg di sini,” ungkap Kaesang di sela acara. Sontak, suasana yang semula formal berubah riuh oleh sorak-sorai para kader yang hadir.
Memilih "Kandang Banteng"
Pilihan lokasi bertarung Kaesang bukannya tanpa tantangan. Ia membidik Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah. Wilayah ini bukan area sembarangan. Dapil yang mencakup Kota Surakarta, Boyolali, Klaten, hingga Sukoharjo itu dikenal luas sebagai basis suara Puan Maharani.
Nama Puan Maharani memang lekat dengan wilayah tersebut. Pada Pemilu sebelumnya, Ketua DPR RI itu mencatatkan angka fantastis dengan perolehan 297.366 suara. Dengan masuk ke dapil yang sama, Kaesang seolah ingin menantang arus di wilayah yang selama ini menjadi lumbung suara PDI Perjuangan tersebut.
Keputusan ini dibaca banyak pengamat sebagai langkah PSI untuk menaikkan daya tawar mereka di Jawa Tengah. Targetnya tidak main-main. Bukan sekadar meramaikan kontestasi, melainkan mendulang kursi di parlemen pusat melalui pertarungan langsung di wilayah yang memiliki tensi politik tinggi.
Instruksi untuk Kader
Menyadari peta persaingan yang berat, Kaesang segera memberikan instruksi tegas bagi pasukannya. Ia tidak ingin kader internal PSI malah saling “sikut” sebelum bertarung di lapangan. Solidaritas menjadi harga mati yang ia tekankan berulang kali dalam arahannya.
“Saya minta dukungannya supaya terus solid untuk bisa memenangkan Pemilu yang ada di 2029 nanti,” kata dia dengan nada serius. Kaesang menegaskan bahwa pesannya kali ini bukan sekadar suara Ketua Umum, melainkan bentuk aspirasi dirinya sebagai calon anggota legislatif yang juga akan berjibaku di lapangan.
Ia secara spesifik meminta agar para bakal calon legislatif PSI tidak berebut basis suara yang sama hingga memicu gesekan internal. Baginya, energi partai harus difokuskan untuk menarik simpati publik, bukan untuk konflik yang merugikan. Bagi mereka yang tidak maju sebagai caleg, Kaesang meminta tetap memberikan dukungan penuh agar perolehan suara partai maksimal.
Strategi “satu komando” ini memang krusial. Mengingat lawan yang dihadapi bukan aktor politik kelas teri, PSI harus bergerak dengan ritme yang rapi dan terukur. Langkah Kaesang turun langsung di Dapil V Jawa Tengah bakal menjadi tolok ukur seberapa jauh pengaruh PSI mampu menembus dominasi petahana di masa depan.
Kini, publik menunggu bagaimana manuver lanjutan dari PSI setelah pengumuman terbuka ini. Konsolidasi internal mulai diperketat, dan instruksi dari pucuk pimpinan partai sudah jelas: fokus pada kemenangan bersama tanpa menciptakan friksi di akar rumput. Garis start telah ditarik, dan medan laga di Jawa Tengah dipastikan bakal sengit hingga hari pemungutan suara tahun 2029.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.