JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Penipuan TASPEN kembali diingatkan ke 3,2 juta peserta pensiun, terutama saat pencairan THR 2026 yang dimulai 5 Maret 2026. PT TASPEN (Persero) meminta peserta lebih waspada terhadap surat palsu, telepon mencurigakan, hingga situs yang meniru kanal resmi.
Imbauan ini penting karena modus penipuan sering menargetkan data pribadi dan dana peserta lewat pesan singkat, panggilan, atau tautan palsu. TASPEN juga memperkuat kanal layanan resmi dan kerja sama dengan Bareskrim Polri serta Kementerian Komdigi untuk menekan praktik tersebut.
Modus penipuan TASPEN yang paling sering muncul
Dalam bahan yang diterima, penipuan TASPEN disebut kerap memakai surat tugas atau edaran palsu dengan kop dan tanda tangan palsu. Ada pula pesan yang berisi ancaman penghentian manfaat agar peserta panik dan segera merespons.
Modus lain menyasar pengembalian dana. TASPEN menegaskan pihaknya tidak pernah meminta pengembalian dana dari peserta. Pola ini biasanya dipadukan dengan telepon atau WhatsApp yang meminta data pribadi, menyuruh klik tautan, meminta video call, atau screen record.
Website palsu juga ikut dipakai untuk meniru tampilan situs resmi. Nama dan alamatnya dibuat mirip agar peserta lengah dan mengira sedang berhubungan dengan layanan asli.
Kanal resmi TASPEN 2026 yang perlu dipakai
Untuk mencegah salah kanal, TASPEN meminta peserta hanya mengacu pada layanan resmi. Kanal yang tercantum dalam bahan mencakup website resmi www.taspen.co.id, call center 1500 919, dan email [email protected].
Media sosial resmi TASPEN juga disebut tersedia di Instagram, Facebook, TikTok, X, dan YouTube. Peserta bisa memakai aplikasi Andal by TASPEN yang diunduh hanya lewat Play Store dan App Store resmi, lalu memanfaatkan fitur Taspen Care untuk pengaduan di dalam aplikasi.
Jika perlu, peserta juga bisa datang ke kantor cabang TASPEN terdekat. Jalur pelaporan lain yang dicantumkan ialah LAPOR.go.id dan Kontak 157 OJK.
Soal Tahan, Pastikan, Laporkan
Corporate Secretary TASPEN, Henra, meminta peserta menerapkan prinsip tahan, pastikan, laporkan saat menerima pesan yang meragukan. Polanya sederhana, tapi penting.
Tahan berarti jangan langsung menanggapi pesan yang mencurigakan, terutama jika isi pesannya terdengar terlalu menjanjikan atau mendesak. Pastikan dengan memeriksa ulang lewat kanal resmi yang disediakan TASPEN. Laporkan jika ada indikasi penipuan, baik ke TASPEN maupun aparat.
Langkah ini relevan karena banyak korban biasanya baru sadar setelah data pribadi terlanjur diberikan. Begitu data bocor, penanganannya jauh lebih rumit. Itu sebabnya verifikasi awal jauh lebih aman daripada mengejar perbaikan belakangan.
Layanan gratis dan perlindungan data peserta
TASPEN menegaskan seluruh layanannya tidak dipungut biaya. Perusahaan juga menyebut proses autentikasi Andal bisa dilakukan lewat swafoto di aplikasi, tanpa harus datang ke kantor.
Di sisi keamanan data, TASPEN menyatakan sudah mengantongi sertifikasi ISO/IEC 27001:2013. Di saat yang sama, jaringan layanan perusahaan diperluas melalui 17 ribu titik layanan untuk menjangkau wilayah 3T.
Bagi peserta pensiun, informasi ini punya dampak langsung. Saat THR 2026 mulai cair, aktivitas komunikasi yang mengatasnamakan TASPEN biasanya ikut ramai. Momen seperti ini sering dipakai pelaku untuk memancing kepanikan. Karena itu, setiap pesan yang meminta OTP, data pribadi, atau akses ke tautan asing harus dicek ulang sebelum direspons.
Jika sudah terlanjur jadi korban
Peserta yang sudah terlanjur memberi data atau merasa menjadi korban diminta segera menghubungi 1500 919 atau menulis ke [email protected]. TASPEN menekankan pelaporan yang cepat akan membuka peluang lebih besar untuk menyelamatkan dana.
Di rumah, keluarga yang mendampingi pensiunan juga perlu ikut mengingatkan agar nomor OTP tidak diberikan ke siapa pun. Soalnya, satu keputusan kecil bisa berujung panjang. Dan penipuan TASPEN biasanya bergerak cepat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.