JAKARTA — Baru lima hari memimpin Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono langsung mengacak-acak. Politisi Gerindra yang dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Rabu (22/7/2026) itu melancarkan pembersihan besar-besaran untuk memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gebrakan pertama: membekukan 833 dapur MBG sekaligus. Keputusan itu berlaku sejak Senin (27/7/2026), terhitung sejak hari itu ratusan dapur tidak akan menerima pembayaran sama sekali.
“Kami telah menemukan ada 833 dapur yang kami suspend per hari ini,” ungkap Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Senin (27/7/2026).
Pelanggaran Higienitas dan Sanitasi
Sebagian besar dapur yang dibekukan tersebar di wilayah III—meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Bali, Maluku, dan Papua. Alasan pembekuannya jelas: pelanggaran berat terkait higienitas, keracunan, dan kualitas makanan yang tidak memenuhi standar.
“Dapur yang di-suspend itu terkait higienis, keracunan, kemudian kualitas yang tidak baik, tidak memenuhi standar yang kita inginkan, khususnya terkait higienis dan sanitasinya, kemudian IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah),” jelas mantan Wakil Menteri Pertanian itu.
Kali ini skema penutupan berbeda dari sebelumnya. Dapur yang disuspend tidak lagi mendapat bayaran. “Kalau dulu kan disuspend tapi tetap dibayar, kalau ini sudah suspend, tutup enggak dibayar. Ini betul-betul adalah suspend karena pelanggaran,” terang Sudaryono. Dapur yang tidak mampu melakukan perbaikan dalam waktu yang ditentukan bakal ditutup secara permanen.
Pecat 261 Pegawai Non-ASN
Gebrakan kedua: memberhentikan 261 pegawai non-ASN. Rinciannya, 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli. Keputusan itu diambil setelah penyelidikan menunjukkan mereka melakukan pelanggaran disiplin.
“Hari ini kami beri pengumuman bahwa per hari ini kami telah memberhentikan 261 pegawai non-ASN,” ucapnya.
Hukuman tegas juga menimpa pegawai ASN dan PPPK. Sudaryono menyebut sembilan orang di antaranya melakukan pelanggaran disiplin berat dan berpotensi diberhentikan dalam waktu dekat.
Pelanggaran yang ditemukan variatif, tapi dua yang paling serius: terlibat judi online dan mengambil uang program BGN. Sudaryono menekankan langkah tegas itu perlu dilakukan untuk menyelamatkan kredibilitas program dan melindungi pegawai yang bekerja jujur.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.