Selasa, 28 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Partai Keiko Fujimori Raih Presidensi Senat Peru

Gedung Kongres Peru dengan bendera nasional dan para legislator dalam sidang resmi pemilihan presidensi Senat di Lima
Kongres Peru memilih kepemimpinan baru dua hari sebelum pelantikan presiden Keiko Fujimori pada 28 Juli 2026. (Ilustrasi: AI)

Partai Pasión por el Perú atau lebih dikenal sebagai Popular Force baru saja mencengkeram kendali Senat Peru. Langkah ini terjadi pada Minggu malam, tepat setelah partai pimpinan Keiko Fujimori itu membangun aliansi strategis dengan sejumlah faksi konservatif lainnya.

Manuver politik ini bukan sekadar pergeseran kursi biasa. Ini adalah amunisi baru bagi kubu Fujimori untuk memuluskan agenda pemerintahan mereka sebelum pelantikan presiden resmi dilakukan pada 28 Juli mendatang.

Miguel Torres, sosok kunci dari kubu Popular Force, keluar sebagai pemenang dalam perebutan kursi presidensi Senat. Ia mengamankan 30 suara dari total 60 senator yang hadir dalam pemilihan tersebut.

Kemenangan ini sekaligus memastikan Alejandro Muñante, anggota dari partai sayap kanan Popular Renewal, duduk di kursi wakil presiden pertama Senat. Mereka mengunci aliansi kuat yang akan menentukan arah kebijakan di ruang sidang parlemen selama satu tahun ke depan.

Kejadian ini punya arti khusus bagi dinamika politik Peru. Negeri ini baru saja mengembalikan sistem bikameral, yakni model parlemen dua kamar yang sudah hilang dari peta politik Peru selama lebih dari tiga dekade.

Pemilihan ini dilakukan dalam hitungan hari sebelum Keiko Fujimori mengucap sumpah jabatan sebagai presiden untuk periode 2026-2031. Publik kini menatap gedung parlemen dengan penuh tanya, menanti bagaimana mesin politik yang baru terbentuk ini bekerja di tengah tekanan publik yang tinggi.

Membenahi Labirin Tata Kelola

Kongres Peru saat ini memikul beban berat. Mereka harus berhadapan dengan krisis tata kelola kronis yang bertahun-tahun menggerogoti stabilitas negara Andean tersebut.

Bukan rahasia lagi jika dalam satu dekade terakhir, kursi kepresidenan Peru terasa seperti kursi panas yang berganti penghuni hingga delapan kali. Situasi diperparah dengan komposisi parlemen yang terfragmentasi parah.

Tak ada satu pun kekuatan politik yang memegang kendali mayoritas mutlak, membuat setiap pengambilan keputusan menjadi negosiasi yang melelahkan.

Torres sendiri bukan wajah baru di lorong parlemen. Sebagai pengacara dengan rekam jejak legislatif selama empat tahun—dari 2016 hingga 2020—ia dianggap sebagai “pemain lama” yang paham seluk-beluk birokrasi. Jabatan ini melengkapi posisinya yang juga terpilih sebagai wakil presiden kedua Peru dalam pemilu terakhir, mendampingi Keiko Fujimori dan Luis Galarreta.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda