Rabu, 29 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Data Center Raksasa di California Gugat Distrik Air demi Pasokan

Data Center Raksasa di California Gugat Distrik Air demi Pasokan
Data Center Raksasa di California Gugat Distrik Air demi Pasokan

IMPERIAL — Sebuah proyek data center raksasa di California, Amerika Serikat, tengah menempuh jalur hukum setelah permohonan pasokan airnya ditolak oleh otoritas setempat.

Imperial Valley Computer Manufacturing (IVCM), pengembang di balik fasilitas berkapasitas 330 MW tersebut, mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Imperial County untuk memaksa penyediaan akses air bersih yang krusial bagi operasional mereka.

Permasalahan ini bermula saat Imperial Irrigation District (IID) menolak aplikasi IVCM pada 1 Mei 2026. Penolakan tersebut dilakukan hanya sembilan hari setelah pengembang menyerahkan proposal. Otoritas berdalih bahwa berdasarkan Regulasi 21, layanan baru untuk lahan kecil dilarang jika sudah tersedia akses pasokan air minum dari pihak lain, dalam hal ini Pemerintah Kota Imperial.

Sengketa Air di Tengah Krisis Sumber Daya

Pihak pengembang, Sebastian Rucci, berargumen bahwa proyek ini tidak akan menambah beban pada Sungai Colorado.

Strategi yang diusung adalah skema buy and dry, di mana pengembang akan membeli lahan pertanian yang ada, kemudian menghentikan irigasi di lahan tersebut untuk dialihkan konsumsi airnya ke data center. Rucci mengeklaim pendekatan ini menciptakan situasi nol dampak terhadap ketersediaan air regional.

Namun, langkah ini memicu kekhawatiran luas. Michael Cohen, peneliti senior dari Pacific Institute yang berfokus pada penggunaan air di Basin Sungai Colorado, menyoroti bahwa praktik tersebut justru bisa memperburuk kondisi ekonomi lokal.

Meski pemilik lahan individu mungkin meraup keuntungan, penghentian irigasi pertanian dianggap merugikan lapangan kerja di sektor agrikultur yang menjadi tulang punggung wilayah tersebut.

Secara teknis, volume air yang diminta IVCM sebenarnya cukup kecil, yakni sekitar 880 acre-feet per tahun atau hanya 0,03 persen dari total hak jatah air IID sebesar 3,1 juta acre-feet. Meski tergolong angka yang sangat kecil, preseden hukum yang mungkin tercipta dari kasus ini jauh lebih besar dari sekadar masalah pasokan air.

Implikasi Luas bagi Industri Data Center

Gugatan ini menjadi ujian penting bagi masa depan pembangunan data center di wilayah yang rawan kekeringan. Masyarakat sekitar kian vokal menentang fasilitas serupa, karena dianggap sebagai entitas yang haus sumber daya serta memicu kenaikan harga listrik dan air di daerah mereka.

Dampak langsung dari sengketa ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga menciptakan ketidakpastian bagi pembangunan infrastruktur digital di California.

Saat ini, IVCM sedang terjerat dalam perselisihan hukum dengan Pemerintah Kota Imperial terkait izin proyek senilai 10 miliar dolar AS tersebut. Proyek ini juga menghadapi hambatan lain berupa moratorium perizinan data center yang diberlakukan oleh pemerintah daerah hingga Juni 2027. Moratorium tersebut bertujuan memberi waktu bagi komite penasihat untuk merombak aturan zonasi yang ada.

Pertarungan hukum di pengadilan akan menentukan apakah sebuah distrik irigasi yang dibentuk untuk melayani pertanian secara sah dapat menolak permintaan layanan dari sektor industri.

Keputusan hakim nantinya akan diawasi ketat oleh para pengembang lain yang mengincar air pertanian di wilayah Barat Amerika Serikat. Meskipun volume air yang diminta hanya menjadi catatan kecil bagi Sungai Colorado, preseden yang ditetapkan berpotensi mengubah lanskap kebijakan air untuk masa depan.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda