Rabu, 29 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Sekolah di AS Gunakan Drone Semprot Lada Lawan Penembak

Drone keamanan dengan sistem penyemprot lada di atas gedung sekolah untuk respons ancaman penembak aktif
Teknologi drone semprot lada mulai diadopsi sekolah-sekolah di Amerika Serikat sebagai sistem pertahanan terhadap penembakan aktif. (Ilustrasi: AI)

Suara sirine meraung di koridor sekolah. Di Amerika Serikat, ketakutan akan serangan penembak aktif memaksa pengelola institusi pendidikan memutar otak. Mereka tak lagi hanya mengandalkan gembok pintu atau persembunyian di bawah meja. Kini, armada drone yang dilengkapi semprotan lada mulai diterjunkan sebagai garda depan pertahanan di dalam ruang kelas.

Teknologi ini bekerja secara otomatis. Begitu sistem alarm memindai ancaman atau tombol darurat ditekan, drone akan meluncur dari posisinya. Targetnya jelas: mengacaukan pandangan dan pergerakan penyerang melalui semprotan kimia sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi. Ini adalah bentuk eskalasi keamanan yang dramatis sekaligus kontroversial di lingkungan pendidikan.

Memangkas Waktu Tunggu yang Kritis

Waktu adalah musuh terbesar dalam insiden penembakan. Kepolisian butuh menit untuk sampai ke lokasi, sementara hitungan detik menentukan nyawa siswa. Drone ini mengisi celah kosong tersebut. Tanpa harus menunggu kehadiran petugas, perangkat terbang ini mampu menembus titik-titik sulit dalam sekejap.

Semburan lada yang dihasilkan dirancang untuk menciptakan penghalang instan yang melumpuhkan kemampuan orientasi pelaku.

Selama ini, sekolah-sekolah hanya mengandalkan simulasi lockdown dan tenaga pengamanan manusia. Namun, realita di lapangan sering kali jauh lebih brutal dan tak terduga. Pihak sekolah merasa prosedur standar tersebut mulai kehilangan taringnya.

Drone pun dipandang sebagai solusi untuk memberikan jeda bagi para siswa dan guru agar bisa segera menjauh atau mencari tempat perlindungan yang lebih aman.

Perdebatan di Balik Layar

Inovasi ini tidak datang tanpa penolakan. Banyak pihak mempertanyakan dampak psikologis serta keamanan penggunaan bahan kimia di lingkungan anak-anak. Kritikus khawatir penggunaan semprotan lada di dalam ruangan akan memicu kepanikan massal yang tak terkendali.

Siswa yang panik justru bisa berlarian tanpa arah dan berpotensi mengalami cedera akibat terinjak atau berdesakan saat mencoba keluar gedung.

Belum lagi soal efektivitas. Beberapa ahli keamanan sekolah meragukan jika lada mampu menghentikan penyerang yang nekat atau menggunakan pelindung wajah. Ada ketakutan bahwa investasi mahal untuk perangkat canggih ini hanyalah cara instan yang mengabaikan akar masalah.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda