Kamis, 30 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Gempa Jepang 7,1 SR: Puluhan Diduga Terjebak di Mal Malam Ini

Gempa Jepang merusak mal dan memicu evakuasi di Kashima
Kondisi pusat belanja Aeon Mall yang rusak usai gempa Jepang di Kashima, Kumamoto, 28 Juli 2026. (Ilustrasi: AI)

“The office swayed violently side-to-side. I was afraid it would collapse. Everyone panicked,” kata Hara. Kantornya bergoyang keras ke kiri dan kanan. Ia khawatir bangunan akan runtuh. Semua panik.

Di sebuah panti jompo, NHK menyebut sekitar 10 orang terluka. Dua rumah sakit juga melaporkan masing-masing menerima setidaknya 50 pasien cedera. Seorang pegawai rumah sakit yang dikutip NHK mengatakan para pasien datang dengan luka bakar dan patah tulang akibat tertimpa benda saat gempa berlangsung. Di dalam rumah sakit, ada kebocoran air dan kegagalan sistem listrik.

Respons darurat dan gangguan infrastruktur

Perdana Menteri Sanae Takaichi menulis di X bahwa korban manusia, bangunan runtuh, kerusakan jalan, dan kebakaran sudah terkonfirmasi. Ia juga menyebut ada gangguan air dan listrik. Di sisi tanggap darurat, militer Jepang mengerahkan 3.600 personel untuk bantuan bencana dan mengirim 20 pesawat untuk menilai kerusakan dari udara, kata menteri pertahanan.

JMA sempat mengeluarkan peringatan tsunami, lalu mencabutnya sekitar pukul 6:10 p.m. Tidak ada kelainan segera yang tercatat di pembangkit listrik tenaga nuklir, kata Nuclear Regulation Authority.

Perusahaan listrik setempat, Kyushu Electric Power, menyebut sekitar 45.000 rumah tangga dan fasilitas sempat tak mendapat pasokan listrik di wilayah Kumamoto. Tiga reaktor nuklir yang beroperasi di kawasan itu juga dilaporkan bekerja normal.

NHK bahkan menayangkan laporan langsung dari stafnya yang memakai helm, dengan bangunan ruang berita bergoyang kuat setengah jam setelah gempa. Ia mengatakan dirinya dan orang lain mungkin masih merasakan jantung berdebar. Di Kashima, pusat belanja yang rusak itu kini jadi titik paling disorot.

Petugas masih memeriksa lantai yang ambruk, sementara angka orang yang belum bisa dihubungi belum juga turun.

Kenapa gempa Jepang ini langsung jadi perhatian

Jepang berada di atas empat lempeng tektonik besar di tepi barat Samudra Pasifik, kawasan yang dikenal sebagai Cincin Api. Negara berpenduduk sekitar 125 juta jiwa itu memang kerap diguncang ratusan gempa tiap tahun, meski sebagian besar berdaya rusak kecil.

Tapi, ketika pusat guncangan dekat permukiman dan bangunan publik, dampaknya bisa merembet cepat ke listrik, transportasi, dan layanan kesehatan.

Ingatan publik Jepang juga belum lepas dari gempa bawah laut bermagnitudo 9,0 pada 2011 yang memicu tsunami dan menewaskan atau membuat hilang sekitar 18.500 orang. Karena itu, setiap laporan puluhan orang belum bisa dihubungi, seperti di mal Kashima dan pabrik di Yatsushiro, langsung dibaca sebagai sinyal bahwa operasi pencarian masih jadi prioritas utama di Kumamoto.

Hingga laporan terakhir, otoritas masih memeriksa bangunan runtuh, gangguan listrik, dan jalur transportasi yang terputus, sementara satu korban tewas sudah dipastikan di sebuah rumah yang ambruk.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda