JAKARTA — Arab Saudi pada Rabu, 29 Juli 2026, mengonfirmasi ikut dalam serangan Amerika Serikat terhadap milisi Irak yang didukung Iran. Riyadh menyebut aksi itu sebagai respons atas serangan drone yang mencoba menyasar fasilitas minyak di Sharqiya dan Riyadh.
Dampaknya langsung terasa ke peta konflik Timur Tengah. Ketegangan yang sempat mereda beberapa hari kembali memanas, sementara Washington dan Riyadh sama-sama menegaskan serangan itu adalah balasan atas ancaman yang mereka sebut datang dari jaringan yang terkait Iran.
Riyadh sebut bertahan dari agresi
Kementerian Pertahanan Saudi menyatakan melalui unggahan di X bahwa kerajaan memiliki “right to self defense.” Dalam pernyataan yang sama, Riyadh menegaskan tidak menginginkan eskalasi, tetapi akan membalas setiap agresi yang dihadapinya.
Di sisi lain, militer AS mengatakan operasi gabungan dengan Arab Saudi dilakukan pada jam-jam awal Rabu dan menargetkan sejumlah lokasi di Irak. Komando Pusat AS atau CENTCOM menyebut serangan itu diarahkan ke milisi Irak sebagai balasan atas serangan terhadap pasukan AS di kawasan dan infrastruktur energi Saudi oleh “Iran-aligned terrorists” di Irak.
CENTCOM menambahkan, “US and Saudi fighter aircraft struck multiple terrorist logistics and weapons sites across eastern Iraq in a strong response to over 30 IRGC-directed aerial drone attacks in the last 72 hours.” Pernyataan itu juga menegaskan bahwa serangan terbaru terhadap Arab Saudi dipandu oleh Garda Revolusi Iran atau IRGC.
“The IRGC and its terrorist proxies must cease these attacks to avoid further US military response,” kata CENTCOM. Nada peringatannya tegas. Sangat tegas.
Balasan atas drone dan rudal
Serangan gabungan itu datang setelah CENTCOM mengatakan pihaknya menghentikan serangan rudal Iran pada Selasa siang. Komando AS menyebut pasukan Garda Revolusi Iran meluncurkan beberapa rudal balistik dari Iran dalam upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang bermarkas di Timur Tengah.
“All Iranian missiles were successfully intercepted. US forces remain vigilant and at a high state of readiness,” kata CENTCOM. Komando itu tidak menyebut lokasi rudal ditembakkan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.