Minggu, 26 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Inggris Bergerak Pulihkan Hubungan dengan AS Lewat Hormuz

Inggris Bergerak Pulihkan Hubungan dengan AS Lewat Hormuz
Inggris Bergerak Pulihkan Hubungan dengan AS Lewat Hormuz

Inggris mulai menata ulang hubungan dengan Amerika Serikat setelah ketegangan yang sempat muncul di masa kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer. London kini disebut menjajaki kerja sama yang menyentuh langsung isu keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Taruhannya besar. Jika langkah ini berhasil, Inggris bisa meredakan jarak dengan Washington yang selama beberapa bulan terakhir tampak makin nyata.

Laporan The Telegraph yang dikutip pada Minggu, 26 Juli 2026, menyebut upaya pemulihan relasi itu tidak berdiri di ruang hampa. Inggris membaca bahwa relasi dengan Donald Trump ikut dipengaruhi oleh sikap London dalam sejumlah isu sensitif. Salah satunya, soal pengiriman kapal perang untuk membantu memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.

Pada Maret lalu, The Telegraph melaporkan Starmer menolak permintaan Trump agar Inggris mengerahkan kapal perang untuk membuka kembali jalur pelayaran di selat strategis itu. Keputusan itu kemudian menambah jarak politik antara kedua pemerintah. Situasinya tidak ringan. Hormuz adalah jalur penting, dan setiap gesekan di sana cepat merembet ke percakapan diplomatik yang lebih luas.

## Jalur Hormuz jadi titik tawar

Kini, menurut laporan yang sama, Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting berupaya memperbaiki relasi dengan Trump lewat pendekatan yang lebih praktis. Ia disebut menjajaki kerja sama untuk membuka Selat Hormuz dan menyampaikan janji modernisasi angkatan bersenjata Inggris. Langkah itu dibaca sebagai sinyal bahwa London ingin memperlihatkan komitmen yang lebih konkret kepada Washington.

Streeting, kata The Telegraph, telah berbincang dengan Menteri Perang AS Pete Hegseth. Percakapan mereka membahas situasi di Selat Hormuz. Bukan basa-basi diplomatik biasa. Ada agenda keamanan yang langsung menyentuh kepentingan kedua pihak.

Dan ini penting.

Dalam pembicaraan itu, keduanya juga membahas kemungkinan penyelenggaraan sebuah pertemuan lanjutan, meski laporan yang tersedia belum memerinci format maupun waktunya. Yang jelas, hubungan yang sempat renggang kini mulai dicari jalannya kembali melalui jalur militer dan keamanan maritim, bukan lewat pernyataan umum yang kosong.

## Bayang-bayang NATO dan Iran

Tekanan politik dalam relasi London-Washington ikut dipengaruhi sikap Trump. Dalam laporan yang dikutip The Telegraph, Trump sempat mengatakan akan mempertimbangkan serius menarik Amerika Serikat keluar dari NATO jika aliansi itu menolak membantu operasi AS melawan Iran. Ucapan itu menambah bobot diplomasi yang sedang dimainkan Inggris.

Bagi London, menjaga relasi dengan Washington bukan urusan simbolik. Ada kepentingan strategis yang mengiringi setiap isyarat dari Gedung Putih dan setiap respons dari Downing Street. Karena itu, upaya membuka kembali kerja sama di Selat Hormuz menjadi jalur yang dipilih Inggris untuk mengirim pesan politik yang lebih tegas.

Pemerintah Inggris, lewat langkah yang dilaporkan media itu, tampak ingin menunjukkan dua hal sekaligus: kesiapan berkontribusi pada keamanan laut internasional dan kesediaan memperbarui kemampuan militernya sendiri. Dua hal itu kini dipasang berdampingan. Satu ke Washington, satu ke dalam negeri.

Peta hubungannya belum selesai dibaca. Namun percakapan Streeting dan Hegseth membuka babak baru yang bisa menentukan apakah London berhasil menenangkan Washington, atau justru masih harus menghadapi babak negosiasi yang lebih panjang dalam beberapa waktu ke depan.

(AS)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda