Selasa, 25 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Serangan siber Iran Lumpuhkan Pembangkit Listrik Inggris 4 Hari

Serangan siber Iran lumpuhkan pembangkit listrik Inggris
Ilustrasi pembangkit listrik industri yang terdampak serangan siber Iran di Inggris. (Ilustrasi: AI)

LONDON — serangan siber Iran diduga membuat sebuah pembangkit listrik kecil di Inggris berhenti beroperasi selama empat hari pada Juli. Laporan The Telegraph, yang dikutip CBS News dan The Register, menyebut pelaku yang berafiliasi dengan rezim Iran sebagai pihak di balik gangguan itu.

Insiden ini jadi perhatian karena untuk pertama kalinya fasilitas pembangkit di Inggris disebut berhasil dipadamkan lewat serangan digital semacam itu. Pemerintah Inggris, menurut The Register, menegaskan tidak ada risiko terhadap sistem energi yang lebih luas.

Serangan siber Iran dan dampaknya ke infrastruktur energi

The Telegraph menyebut laporan itu sebagai temuan pertama yang mengaitkan penutupan pembangkit di Inggris dengan aktor siber yang terhubung ke Teheran. CBS News juga melaporkan bahwa serangan itu bersifat sementara, tetapi cukup kuat untuk membuat fasilitas tersebut offline.

The Register menulis bahwa pemerintah Inggris mengonfirmasi insiden tersebut kepada media itu dan menyebut yang terdampak adalah “small-scale energy generator”. Dalam penjelasan yang dikutip media tersebut, juru bicara pemerintah mengatakan, “At no point was there a risk to the wider energy system,” dan menambahkan bahwa sistem energi Inggris “highly resilient”.

Kalimat itu penting. Soalnya, meski satu fasilitas saja yang terdampak, kejadian seperti ini menunjukkan pintu masuk serangan siber ke infrastruktur vital masih terbuka. Ketika pembangkit listrik bisa diganggu, perhatian langsung bergeser ke keandalan jaringan, kesiapan operator, dan kecepatan respons saat insiden muncul tanpa tanda-tanda fisik.

Pemerintah Inggris belum memberi atribusi resmi

Meski media Inggris melaporkan keterlibatan pihak yang berafiliasi dengan Iran, pemerintah Inggris belum secara resmi menyatakan siapa pelakunya. The Register menulis bahwa pemerintah belum mengumumkan atribusi formal kepada Iran atau kelompok peretas mana pun.

CBS News juga menyebut National Cyber Security Centre telah dihubungi, tetapi lembaga itu tidak mengonfirmasi maupun membantah adanya peretasan. Artinya, laporan media sejauh ini kuat pada kronologi dan dampak, tapi masih berhenti pada atribusi yang bersumber dari pemberitaan investigatif.

Nama-nama jurnalis yang pertama mengangkat kisah ini, Tony Diver, Rozina Sabur, dan Matt Oliver, muncul dalam laporan The Telegraph. Media itu menyebut insiden terjadi pada Juli dan baru sekarang terungkap ke publik.

Kenapa kasus ini jadi penting

Kasus ini menambah daftar panjang kekhawatiran soal keamanan infrastruktur kritis. CBS News menyoroti bahwa pada bulan yang sama, hacker yang diduga berafiliasi dengan Iran juga disebut menyerang sistem air di belasan negara bagian Amerika Serikat. The Register mencatat serangan-serangan itu menyasar pengendali industri yang dipakai di sektor energi, air, dan manufaktur.

Bagi operator infrastruktur, titik rawan bukan lagi hanya ruang mesin atau gardu listrik. Sistem digital yang mengatur operasi harian kini sama pentingnya dengan kabel dan turbin. Begitu akses operator terganggu, pembangkit bisa berhenti, lalu pemulihan harus dilakukan sambil memastikan tidak ada dampak lanjutan ke sistem lain.

Di Inggris, pemerintah mengaku sudah memberi pengarahan kepada para pimpinan perusahaan energi setelah insiden itu, menurut unggahan Menteri Energi Inggris Michael Shanks yang dikutip The Register. Ia juga menyebut kementeriannya membagikan saran tambahan tentang langkah keamanan yang perlu diambil perusahaan.

Berikutnya, sorotan akan tertuju pada apakah otoritas Inggris memberi atribusi resmi dan bagaimana industri energi memperketat lapisan pertahanannya setelah serangan siber Iran ini mencuat ke publik.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 25 Agustus 2026: Klaim Pack & Coins Gratis