Dalam bahan sumber, tentara AS yang ditempatkan di pangkalan-pangkalan di negara Teluk serta Yordania memang telah menjadi target serangan rudal dan drone Iran sepanjang tahun ini. Jadi, serangan terbaru ini bukan insiden tunggal, melainkan kelanjutan dari pola balasan yang sudah berulang.
Bagi pasar energi dan jalur pelayaran, sinyalnya jelas. Ketika serangan menyentuh infrastruktur minyak Saudi dan merembet ke Irak, risiko gangguan pasokan dan lonjakan kewaspadaan keamanan ikut naik. Pelaku pelayaran dan asuransi biasanya membaca situasi seperti ini dengan sangat hati-hati, terutama saat tensi ikut menekan jalur-jalur strategis di kawasan.
Selat Hormuz ikut diawasi
Bahan DW juga menyinggung Selat Hormuz, yang sejak Maret menjadi salah satu jalur laut paling berbahaya di dunia setelah Iran mulai menyerang kapal sebagai taktik tekanan dalam pembicaraan gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Meski volume perdagangan minyak dunia bertumpu pada selat itu, lalu lintas kapal tidak pernah berhenti total.
DW menyebut mereka menganalisis data publik untuk melihat perubahan arus pelayaran selama perang, di tengah pernyataan saling bertolak belakang dari Washington dan Teheran soal apakah Selat Hormuz tetap terbuka. Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman itu kini kembali jadi titik perhatian.
Di Washington, suasana politik ikut bergerak cepat. Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji kerja sama kedua pemerintahan setelah pertemuan tertutup di Oval Office pada Selasa. Pertemuan selama 90 menit itu disebut Gedung Putih berlangsung “positive and productive.”
Netanyahu bahkan menyebutnya “one of the best conversations I’ve ever had with the president of the United States,” seraya mengatakan pembicaraan itu menyentuh tujuan bersama agar Iran tidak memperoleh senjata nuklir. Trump juga menyebut pertemuannya dengan Netanyahu “very good” lewat Truth Social, tanpa memerinci isi diskusi.
Pertemuan itu berlangsung menjelang pemilu di Israel pada 27 Oktober. Reuters mengutip sumber tanpa nama yang menyebut Netanyahu ingin memperoleh dukungan Trump untuk kampanye pencalonannya kembali. Dengan konflik yang kembali memanas dan serangan balasan masih berlangsung, langkah militer dan diplomatik di kawasan ini tampaknya belum akan melandai dalam waktu dekat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.