Rabu, 29 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Mata-mata CIA dari Teknisi Xerox, Begini Kisahnya

Mata-mata CIA Xerox dan kamera tersembunyi di mesin fotokopi
Mesin fotokopi Xerox 914 disebut pernah dipasangi kamera tersembunyi dalam operasi CIA. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — mata-mata CIA Xerox ternyata berangkat dari sebuah mesin fotokopi yang tampak biasa saja. Dalam kisah yang dilaporkan TechRadar Pro, rencana itu berkaitan dengan upaya CIA mengambil dokumen rahasia dari agen KGB yang tidak sadar sedang diawasi.

Operasi yang disebut terjadi pada 1963 itu melibatkan Xerox 914, mesin fotokopi pertama Xerox yang sukses secara komersial, meski punya reputasi suka terbakar. Di balik mesin besar itu, menurut laporan tersebut, CIA dan para insinyur Xerox menyusun cara agar dokumen yang dipotret bisa terekam tanpa menarik perhatian siapa pun di ruang kerja diplomatik Soviet di Washington DC.

Mata-mata CIA Xerox dan cara kamera disembunyikan

Menurut kisah yang dikutip dari artikel Dawn Stover di Popular Science Vol. 250, Issue 1, ide awalnya muncul di New York. Donald Cary, kepala program pemerintah Xerox, bertemu dengan empat insinyur di sebuah arena bowling yang sudah tidak dipakai. Mereka adalah Douglas Webb, Kent Hemphill, James Young, dan Ray Zoppoth, sosok berusia 36 tahun yang sangat paham seluk-beluk Xerox 914.

Dari sanalah lahir gagasan memasang kamera bertenaga baterai di dalam fotokopi. Zoppoth disebut mengusulkan kamera home-movie dengan lensa zoom, diarahkan ke cermin yang memantulkan gambar ke drum mesin. Sebuah photocell akan memicu kamera setiap kali mesin menyala. Dengan cara itu, setiap dokumen yang disalin bisa ikut terekam.

Rencana itu kemudian diuji di kampus Xerox di New York dengan memasang kamera Bell & Howell 8mm di dalam mesin. Ukuran Xerox 914 yang besar justru membantu operasi itu. Panel servis tetap bisa dibuka, tapi kamera tetap tersembunyi. Suara mesin yang berisik juga menutup bunyi kamera. Tak ada yang curiga.

“When we developed the pictures, we found recipes and copies of music and cartoons and jokes and all kinds of things,” kata Ray Zoppoth kepada Popular Science.

Dari kampus Xerox ke kedutaan Soviet

Setelah uji coba berhasil, Zoppoth disebut dibawa ke gedung CIA di ruang bawah tanah yang dijuluki “Disneyland East”. Di sana, ia menunjukkan cara memasang kamera di Xerox 914. CIA lalu melatih teknisi resmi kedutaan untuk memasang kamera dan mengambil film pada kunjungan berikutnya. Teknisi itu kemudian masuk ke Kedutaan Soviet dengan tas perkakas, seolah-olah hanya datang untuk perawatan rutin.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda