NEW YORK — Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil setelah pertemuan rutin bulan Juli berakhir pada Rabu siang. Keputusan ini sempat diliputi ketidakpastian tinggi, mengingat pasar sebelumnya mencatat probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 29 persen sesaat sebelum pengumuman resmi dirilis berdasarkan data CME FedWatch.
Hasil keputusan menunjukkan perbedaan pandangan di antara para pengambil kebijakan. Tercatat tiga dari 12 anggota Federal Open Market Committee menghendaki adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Ketua Fed, Kevin Warsh, dalam konferensi pers menekankan bahwa otoritas moneter tersebut tidak akan ragu untuk bertindak melawan inflasi yang masih berada di atas target 2 persen. Dia menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas harga tanpa adanya target inflasi yang lunak.
Antisipasi Pasar Terhadap Belanja Modal AI
Setelah pengumuman suku bunga mereda, fokus investor kini beralih ke laporan pendapatan korporasi besar. Meta Platforms dan Microsoft menjadi sorotan utama pasar malam ini.
Pertanyaan terbesar yang menghantui para pelaku pasar berkaitan dengan proyeksi belanja modal atau capital expenditure (capex) kedua raksasa teknologi tersebut untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) sepanjang tahun ini hingga 2027.
Dampak pernyataan kedua perusahaan ini diprediksi akan terasa signifikan terhadap saham sektor semikonduktor dan infrastruktur AI, serta pasar saham secara lebih luas.
Sebelumnya, Alphabet telah meningkatkan prospek belanja modal 2026 sebesar 15 miliar dolar AS, membawa total estimasi ke kisaran 195 miliar hingga 205 miliar dolar AS. Meski saham Alphabet sempat tertekan pasca-pengumuman tersebut, harga sahamnya kini telah kembali pulih.
Analis memperkirakan Meta Platforms kemungkinan besar akan meningkatkan proyeksi belanja modal seiring dengan rencana pengembangan bisnis komputasi awan dan penjualan layanan komputasi AI.
Sementara itu, Microsoft dipandang sebagai variabel yang sulit diprediksi, meskipun unit komputasi awan Azure telah mengalami kendala kapasitas selama beberapa kuartal terakhir.
Kinerja dari dua raksasa teknologi ini, ditambah dengan laporan Amazon pada Kamis malam, akan menjadi indikator krusial bagi narasi pasar mengenai apakah belanja modal AI akan mencapai puncaknya dalam waktu dekat atau justru terus melonjak.
Implikasi bagi investor di Indonesia, terutama yang mencermati pergerakan pasar modal global, terletak pada volatilitas saham teknologi yang terhubung dengan rantai pasok semikonduktor dunia.
Data ekonomi penting lainnya yang akan segera dirilis meliputi indeks harga PCE Juni dan estimasi pertama produk domestik bruto kuartal kedua, yang akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan ekonomi global ke depan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.