JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Jakarta diproyeksikan masuk dalam daftar 10 kota dengan jumlah gedung pencakar langit terbanyak di dunia pada tahun 2026. Ibu kota Indonesia ini menempati posisi ke-10 dengan 118 bangunan, bersaing dengan metropolitan global seperti Hong Kong, New York, dan Dubai. Data ini menghitung gedung dengan tinggi lebih dari 150 meter.
Predikat kota dengan langit-langit gedung yang menjulang tinggi masih didominasi oleh kota-kota di Asia, terutama China. Sebanyak lima dari sepuluh kota teratas berasal dari Tiongkok, menunjukkan percepatan pembangunan vertikal yang luar biasa di negara tersebut.
Dominasi Asia: Hong Kong dan Shenzhen Memimpin
Tabel berikut menunjukkan 10 kota dengan gedung pencakar langit (>150m) terbanyak pada tahun 2026:
| Peringkat | Kota | Negara | Jumlah Gedung >150m | Gedung Tertinggi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Hong Kong | China | 657 | ICC (484m) |
| 2 | Shenzhen | China | 439 | Ping An (599m) |
| 3 | New York | USA | 314 | One WTC (541m) |
| 4 | Dubai | UAE | 260 | Burj Khalifa (828m) |
| 5 | Shanghai | China | 202 | Shanghai Tower (632m) |
| 6 | Tokyo | Jepang | 185 | Azabudai Hills (325m) |
| 7 | Guangzhou | China | 173 | CTF Guangzhou (530m) |
| 8 | Chicago | USA | 138 | Willis Tower (442m) |
| 9 | Kuala Lumpur | Malaysia | 129 | Merdeka 118 (679m) |
| 10 | Jakarta | Indonesia | 118 | Gama Tower (285m) |
Hong Kong mempertahankan posisinya sebagai ‘raja’ pencakar langit dengan 657 gedung di atas 150 meter. Keterbatasan lahan dan nilai properti yang tinggi di wilayah ini mendorong pembangunan vertikal secara ekstrem. Pemandangan ikonik Victoria Harbour dengan latar belakang gedung-gedung tinggi menjadi daya tarik utama kota ini.
Shenzhen, yang sering disebut sebagai ‘Silicon Valley-nya China’, menunjukkan pertumbuhan paling pesat. Sepuluh tahun lalu, kota ini masih didominasi lahan pertanian, namun kini telah memiliki 439 gedung pencakar langit. Ledakan pertumbuhan sektor teknologi dan properti menjadi pendorong utama pesatnya pembangunan.
New York dan Dubai: Simbol Klasik dan Modernitas
New York, dengan 314 gedung, tetap menjadi salah satu pusat arsitektur dunia. Kota ini menjadi rumah bagi Wall Street dan One World Trade Center, menampilkan perpaduan gaya arsitektur dari Art Deco klasik hingga desain kaca modern. Keberadaan gedung-gedung tinggi mencerminkan perannya sebagai pusat keuangan dan budaya global.
Dubai, dengan 260 gedung di tengah gurun, adalah simbol ambisi dan kemewahan. Kota ini menjadi rumah bagi Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia (828 meter), serta berbagai bangunan megah lainnya. Fokus pada pariwisata, bisnis, dan gaya hidup mewah menjadi pendorong utama pengembangan arsitektur vertikal yang spektakuler di Dubai.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.