TEHERAN — Prosesi pemakaman Khamenei resmi dimulai di Iran, Senin, dengan jutaan pelayat memenuhi ibu kota Teheran dalam rangkaian berkabung nasional selama enam hari di lima kota. Iring-iringan jenazah mantan pemimpin tertinggi Iran itu bergerak dari pusat kota menuju bandara Mehrabad, sebelum rangkaian berakhir dengan pemakaman di Mashhad pada Kamis.
Prosesi ini punya dampak langsung ke warga Teheran. Jalan-jalan ditutup, ruang udara dibatasi, dan aktivitas harian melambat sejak masa berkabung dimulai pada Sabtu. Atmosfer kota berubah total. Sunyi di satu sisi, padat di sisi lain. Di jalan utama, pelayat berdiri rapat, membawa bendera Iran dan spanduk bernada kemarahan terhadap Amerika Serikat serta Israel.
Teheran jadi panggung duka dan pesan politik
Laporan Guardian menyebut upacara duka di Imam Khomeini Grand Mosalla berubah menjadi “spectacle politik” yang mencampur kesedihan dengan seruan balas dendam. Reporter Patrick Wintour yang berada di lapangan mengatakan, prosesi itu memperlihatkan bagaimana negara memadukan emosi publik dengan pesan politik yang sangat tegas.
“Doa-doa pemakaman akhir pekan ini menciptakan pertunjukan politik di Imam Khomeini Grand Mosalla, yang memadukan duka dengan seruan pembalasan,” kata Wintour dalam laporannya. Narasi serupa juga terlihat di siaran TV pemerintah Iran, yang menampilkan lautan manusia di sepanjang rute prosesi di pusat Teheran.
BBC World melaporkan kerumunan besar memadati jalan-jalan ibu kota dan mengikuti jalur iring-iringan yang melewati sejumlah titik penting kota. Al Jazeera menambahkan, otoritas Iran sengaja menggelar prosesi bertahap untuk menghindari kekacauan seperti yang pernah terjadi pada pemakaman besar pendahulu Khamenei pada 1989, yang kala itu menimbulkan korban karena desakan massa.
Rute panjang, pengamanan ketat, dan simbol suksesi
Jenazah Khamenei dan sejumlah anggota keluarganya yang ikut tewas dalam serangan udara itu dibawa dalam perjalanan darat dan prosesi yang diperkirakan memakan waktu sekitar 12 jam. Di tengah rute, warga melambaikan bendera, sebagian mengangkat poster yang mengecam Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.