JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 0,85% ke level 7.245,31 pada hari ini. Pergerakan positif ini terjadi di tengah sentimen waspada bursa global yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat, yang berpotensi memengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Volume transaksi pasar saham domestik mencapai Rp12,3 triliun. Sektor perbankan dan energi hijau menjadi motor penggerak utama penguatan IHSG hari ini.
IHSG Bergerak Hijau Dipimpin Saham Bank Jumbo
Penguatan IHSG tak lepas dari performa apik saham-saham berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin kenaikan dengan melesat 2,1% ke harga Rp9.850 per saham. Disusul oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang naik 1,8% menjadi Rp3.120 per saham.
Selain itu, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga mencatat kenaikan signifikan 3,5%. Kenaikan ANTM ditopang oleh melonjaknya harga emas di pasar komoditas global. Namun, tidak semua saham bernasib sama. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami pelemahan 4,2%, sementara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun 2,1%.
Bursa Global Waspadai Data Inflasi PCE AS
Di pasar global, sentimen cenderung mixed. Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,4%, sementara Nasdaq naik 0,7% yang didorong oleh performa solid saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Berbeda, indeks Nikkei Jepang melemah 0,2% akibat penguatan mata uang Yen.
Fokus utama investor global saat ini tertuju pada rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat malam nanti. Data ini sangat krusial karena akan menjadi pertimbangan utama Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Jika inflasi PCE menunjukkan angka tinggi, ada kemungkinan The Fed akan menunda pemangkasan suku bunga, yang bisa memicu volatilitas pasar.
Emas Melesat, Minyak Menurun
Pergerakan komoditas menunjukkan dinamika menarik. Harga emas melonjak 1,2% menjadi $2.420 per troy ons. Kenaikan emas ini mengindikasikan investor mencari aset ‘safe haven’ di tengah ketidakpastian jelang rilis data inflasi AS. Di sisi lain, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) justru melemah 0,8% ke level $78,5 per barel.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami sedikit pelemahan. Kurs USD/IDR tercatat di Rp15.650, naik 0,15% dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini mencerminkan dampak sentimen global dan tekanan eksternal terhadap mata uang Garuda.
Tiga Berita Penting Hari Ini
Selain pergerakan pasar, beberapa berita penting turut mewarnai hari ini:
- Keputusan BI Rate: Bank Indonesia (BI) diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 6,00%. Keputusan resmi akan diumumkan besok, yang menjadi perhatian investor domestik.
- Laporan Keuangan BRI: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) merilis laporan keuangan dengan laba bersih naik 12% secara tahunan (Year-on-Year). Ini menunjukkan kinerja positif di sektor perbankan.
- Lonjakan Bitcoin: Pasar kripto juga bergairah, dengan harga Bitcoin menembus level $68.000. Kenaikan ini didorong oleh peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin baru yang menarik minat investor institusional.
Untuk pergerakan esok hari, IHSG diperkirakan masih akan bergerak sideway di kisaran 7.200 hingga 7.300. Sektor yang patut dicermati adalah bank BUMN, energi baru, dan consumer. Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan menghindari saham-saham yang tidak memiliki fundamental kuat di tengah volatilitas pasar.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.