Jumat, 31 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

107 Warga Mentawai Terima Manfaat Operasi Katarak Gratis dari BCA

Operasi katarak gratis BCA untuk warga Mentawai
Sebanyak 107 pasien di Kepulauan Mentawai menerima manfaat operasi katarak gratis dari BCA melalui Bakti BCA bersama SPBK PERDAMI. (Ilustrasi: AI)

MENTAWAI — operasi katarak gratis yang digelar BCA di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, pada 19–20 Juli 2026 memberi harapan baru bagi 107 pasien. Program Bakti BCA bersama Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK PERDAMI) ini ditujukan untuk memulihkan penglihatan warga dan membantu mereka kembali menjalani aktivitas harian.

Salah satu penerima manfaat, Pius Suraki, merasakan langsung perubahan itu. Ia mengaku penglihatannya mulai membaik setelah operasi. Pius berharap bisa kembali bekerja sebagai petani dan menjalani aktivitas sehari-hari seperti sedia kala. Singkat. Tapi penting.

Operasi katarak gratis BCA dan harapan warga Mentawai

Pius bukan sekadar nama dalam daftar penerima layanan. Gangguan penglihatan akibat katarak membuat aktivitasnya sebagai petani menjadi terbatas.

Di daerah seperti Mentawai, penglihatan yang terganggu berarti pekerjaan lapangan ikut tersendat, dari mengolah lahan sampai mengurus kebutuhan rumah tangga. Operasi katarak gratis ini memberi ruang bagi warga untuk mengambil kembali ritme hidup yang sempat melambat.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan program ini merupakan wujud komitmen BCA dalam memperluas akses layanan kesehatan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas, bekerja, belajar, dan berkarya secara optimal.

Pernyataan itu menegaskan arah kegiatan sosial BCA yang tak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi menyentuh fungsi dasar yang paling terasa: penglihatan.

Bagi warga kepulauan, akses layanan medis kerap menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kehadiran layanan operasi di wilayah seperti Mentawai punya arti yang jauh lebih besar dari sekadar kegiatan bakti sosial.

Warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapat tindakan medis yang bisa mengubah kualitas hidup mereka. Di titik ini, layanan kesehatan hadir lebih dekat. Lebih cepat. Lebih nyata.

Dampaknya ke warga dan layanan kesehatan mata

Yang paling penting dari kegiatan ini ada pada efek langsungnya ke kehidupan warga. Saat penglihatan pulih, kemampuan bekerja ikut pulih.

Petani bisa kembali ke ladang, warga bisa menjalankan aktivitas rumah tangga, dan anak-anak di keluarga pasien pun terbantu karena beban sehari-hari di rumah berkurang. Di daerah yang bergantung pada tenaga fisik dan mobilitas harian, satu tindakan medis bisa mengubah banyak hal sekaligus.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda