Di sudut lain, ada hot dog yang jadi pusat instalasi Seth Brown bertajuk Frank. Sosis itu terus menggulir foto roti di ponsel, seolah sedang mencari pasangan yang pas. Detailnya terdengar kocak. Tapi justru di situ daya tariknya: kesepian bisa tampil sebagai lelucon kecil yang berulang tanpa akhir.
Selama pameran berlangsung, ada dua tugas harian yang harus dilakukan: memberi makan ikan dan mengganti hot dog. Rutinitas itu terdengar aneh, tapi cocok dengan suasana pameran yang memang mengajak pengunjung menatap benda-benda biasa dengan cara yang lain.
Internet, meme, dan rasa sepi yang makin akrab
Karya-karya yang dipamerkan datang dari berbagai belahan dunia. Tema yang muncul juga lebar. Ada bayang-bayang foto keluarga yang hilang, sampai hubungan antara kebersamaan dan kesendirian di kelab malam.
Kayla Mattes, seniman berbasis Los Angeles, menggarap karya tenun hampir tujuh meter berjudul Lonely Planet. Ia mengaku ide awalnya muncul dari “loneliness of the screen”. Ia melihat layar membuat orang bisa terhubung dengan banyak orang di seluruh dunia, tetapi tetap merasa makin sendiri.
Karya Mattes merangkai meme, ikon internet, dan serpihan visual daring lain yang akrab bagi mereka yang hidup terlalu lama di depan layar. Dengan warna-warna wool yang terang, ia mengolah putus asa, kejenuhan, dan humor tajam khas internet. Menariknya, karya itu juga berubah jadi sesuatu yang lebih personal.
“It evolved into more of a heartbreak piece,” kata Mattes.
Ia juga menyebut karyanya sebagai bentuk arsip. Gambar-gambar yang biasanya lewat begitu saja di internet ia ubah menjadi benda fisik yang bisa disimpan. Di titik itu, kesepian tidak lagi berdiri sendirian. Ia bersisian dengan ingatan, kehilangan, dan kebiasaan menggulir layar tanpa henti.
Soal sepi yang lahir dari layar
Bagian paling tajam dari pameran ini justru datang saat teknologi ikut masuk ke dalam narasi. Natasha Matila-Smith, seniman asal Aotearoa/New Zealand, menampilkan karya berjudul If I die, please delete my Soundcloud.
Pengunjung diminta masuk ke bawah seprai putih bersih di ranjang tunggal yang berhias, lalu mengambil laptop dan headphone yang disediakan untuk menonton sang seniman rebah di tempat tidur sambil menelusuri layar tanpa henti.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.